Bupati Sambas, Haji Atbah Romin Suhaili Lc, di peringatan hari jadi ke-388 Kota Sambas dan berpindahnya Kabupaten Sambas yang ke-20 menyampaikan. “Sambas wilayah perbatasan dengan Malaysia. Perhatian pemerintah sangat fokus terhadap Sambas. 2,5 jam kita sudah bisa berada di tengah Kota Kuching. Sudah hadir pos lintas batas negara, yang megah dan menjadi kebanggaan warga Sambas dan Indonesia. 80.000 orang warga Sambas bekerja di Kuching Malaysia,” kata Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhaili Lc.
Bupati Sambas, Haji Atbah Romin Suhaili Lc, menyebut, tahun 2020 jembatan Sambas besar dibangun. Mudah-mudahan titik yang sudah ditentukan bisa diamankan sampai dengan pembangunannya.”
Gubernur Kalbar Haji Sutarmidji SH M.Hum, menyebut Kalbar bisa maju mengejar ketertinggalan. Karena pembangunan infrastruktur jalan naik berlipat, pendidikan, kesehatan gedung 6 tingkat Rs. Sudarso dan SMA unggulan di Mempawah selesai.
“RS ada penambahan fasilitas selesai. SMK unggul akan dibangun di Bengkayang, Sanggau dan Landak. Reformasi Birokarsi, UPT dihapus, UPJ semuanya tidak ada lagi, UPT pendapatan dari 15 menjadi 8. Masalahnya, kepala daerah harus tahu semuanya,” katanya.
“Kepala daerah dituntut harus tahu semua. Perlu adanya percepatan percapaian. Pembangunan jembatan Sui Sambas tahun depan sudah dianggarkan uang mukanya. Dianggarkan pembangunannya hampir 1 triliun. Infrastuktur jalan selesai, maka percepatan ekonomi sangat diharapkan. Sambas sebagai gudangnya birokrat sehingga terbuka dan mampu bersaing.
Gubernur Kalbar Haji Sutarmidji SH M.Hum menjelaskan, tahun depan, anggaran provinsi akan terakses secara online. Pembangunan akan dibangun dari wilayah pinggiran desa, dari 1 Desa Mandiri target tahun ini menjadi 60 Desa, harapnya. (r/cucu)
