teraju.id, Pontianak— Seratus Sembilan Puluh siswa mengikuti pelatihan menulis puisi yang diadakan Pustaka Rumah Aloy bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesa FKIP Untan, dan SMPN 3 Pontianak. Kegiatan yang bertema safari literasi itu diharapkan dapat menumbuhkembangkan budaya membaca dan menulis sejak dini.

“Budaya baca tulis sebenarnya harus ditanamkan sejak dini. Penanaman tersebut paling tidak dapat merangsang minat siswa dalam menulis dan membaca,” ungkap Mariyadi, Direktur Pelaksana Pustaka Rumah Aloy, saat diwawancarai di SMPN 3 Pontianak, 17—10–2017.

Menurut Mariyadi kegiatan membaca dan menulis mesti digaungkan dan terus digerakkan. Safari literasi ini merupakan satu di antara menggaungkan hawa literasi di Kalimantan Barat khususnya untuk siswa SMPN 3 Pontianak.

“Kita akan datangi SMA dan SMP se-Kota Pontianak untuk di ajak bekerja sama,” tegas Mariyadi.

Mariyadi mengatakan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan. Pada tahun ini tim sukarelawan menargetkan SMP dan SMA di Pontianak. Menurutnya, rekayasa sosial tentang literasi harus dilaksanakan menyeluruh. Pelatihan menulis juga ada hasilnya. Dengan itu, pihak Pustaka Rumah Aloy menggratiskan acara pelatihan ini sampai pada proses penerbitannya. Hal tersebut agar anak-anak tidak takut untuk menulis dan menerbitkan buku.

“Untungnya kita memiliki sukarelawan yang secara rela datang ke sekolah-sekolah. Sukarelawan tersebut merupakan para penulis yang diajak langsung oleh tim kami,” ungkap Mariyadi.

Saat ditanya kemampuan pergerakan dalam jumlah besar, Mariyadi mengakui sangat terbantu oleh sukarelawan-sukarelawan yang tanpa dibayar memberikan materi di sekolah-sekolah. Selain itu, para sukarelawan juga sangat membantu dalam proses penerbitan buku.