“Kita sangat menyambut dengan baik. Sudah menjadi cita-cita saya, harus ada antologi puisi di sekolah,” ungkap Subhan, Kepala SMPN 3.

Menurut Subhan kegiatan ini merupakan kegiatan yang sudah menjadi program sekolah. Kedatangan Pustaka Rumah Aloy yang siap menerbitkan karya siswa ibarat pucuk dicinta ulam pun tiba. Dengan itu, target sekolah untuk membuat antologi puisi dapat tercapai.

“Sedikitnya kita ingin satu kumpulan puisi, satu kumpulan cerpen, dan satu buletin. Nah, kali ini dengan jumlah siswa yang tidak sedikit kita dapat 2 kumpulan,” ungkap Subhan.

Menurut Subhan, siswa harus dilatih menulis sejak dini. Nanti ia akan terbiasa saat telah lulus. Bisa jadi pelatihan ini kelak menjadi keahlian siswa dalam menulis puisi.

“Saya sangat kagum dan berharap pelatihan ini tidak sebatas ini saja,” ungkap Agus Wartiningsih, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Untan saat diwawancara di SMPN 3 Pontianak.

Menurut Agus, acara ini sangat positif. Apalagi acara perdananya diadakan di SMPN 3 Pontianak yang menjadi SMP idaman para siswa. Dampaknya akan luar biasa bagi perkembangan tulis-menulis di Pontianak. Untuk jenjang sekolah SMP, menyusun puisi dalam antologi, itu adalah luar biasa.

“Ini merupakan usaha pertama kita untuk mengembangkan bakat anak,” tambah Agus.

Menurut Agus, acara ini sangat membantu anak untuk mengembangkan bakat penulis yang sebenarnya telah ada. Saya yakin akan lahir beberapa penulis muda kerena fasilitas-fasiltas telah tesedia, baik itu dari sekolah, penerbit, dan kampus nantinya.