Pada akhirnya, narasi yang dibangun dari UGM hingga ke Istana adalah sebuah simfoni kewaspadaan. Indonesia tak boleh hanya menjadi penonton di pinggir lapangan saat dunia sedang membara. Persatuan antara pemimpin masa lalu dan masa kini menjadi modalitas utama. Seperti yang ditegaskan JK di akhir ceramahnya, kita butuh kombinasi antara penguasaan teknologi, keadilan kebijakan, dan ketangguhan ekonomi untuk memastikan bendera Merah Putih tetap berkibar di tengah badai geopolitik yang kian tak menentu.
Berita
Di Bawah Bayang-Bayang Perang: Resep SBY-JK untuk Menjaga Bahtera Prabowo
