Kedua, bahwa menghadap Allah itu nikmat rasanya,” ungkap saudara kandung almarhum, Fahrul Rozi dengan suara bergetar disambut titik air mata.

Diceritakan Fahrul Rozi bahwa adiknya memang menderita sakit, namun tidak ditemukan diagnosa sakit yang serius. Sebab jantung, hati dan ginjal, semua organ fital normal. Demikian itu sampai pemeriksaan di Negeri Jiran, Malaysia. Kecuali dugaan bahwa beliau menderita usus buntu. Namun setelah dicheck ulang, usus buntu ini pun negatif.

Haitami dua kali mengumpulkan saudara-saudaranya dalam perawatan di RSUD dr Soedarso. Pertama buat berwasiat kepada keluarga. Kedua, dia mengatakan bahwa pertemuan dengan Allah sangat nikmat. Dengan demikian dia ikhlas dan keluarga pun ikhlas. Itulah pertanda bahwa Haitami akan menghembuskan napasnya yang terakhir.

Di tempat yang sama abang sulung, Nashruddin, menambahkan bahwa adiknya adalah orang yang baik. Baik kepada orang tua dan saudara. Baik kepada istri dan anak-anaknya. Baik kepada siapa saja. “Insya Allah dia khusnul khotimah. Namun kami tetap menyampaikan amanah beliau untuk minta maaf jika ada dosa dan kesalahannya.”

Di lokasi pemakaman tapak hadir Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Dr Thamrin Usman, DEA. Ketua Harian Yayasan Mujahidin Drs H Syakirman. Sejumlah politisi, ulama, hingga civitas akademika IAIN Pontianak. Tampak hadir pula budayawan cum jurnalis senior HA Halim Ramli.

Sementara di Masjid Raya Mujahidin sejumlah tokoh yang tampak hadir dan turut menyolatkan almarhum adalah anggota DPR RI yang juga Ketua DPW Nasdem, Syarif Abdullah Alkadrie, Prabasa Ananta Tour, hingga Syarif Ishak Almutahar.