Community

Literasi Mengajarkan untuk Pantang Menyerah

Literasi Mengajarkan untuk Pantang Menyerah


Oleh: Masruroh

Kemarin dan hari ini saya dan teman-teman yang lainnya datang ke ruangan Club Menulis IAIN Pontianak untuk tes mengedit dan layout buku. Kali ini kami tes mencetak buku hasil editan dan layout yang telah kemarin kami selesaikan.

Mencetak buku bukanlah hal yang mudah bagi saya, seorang pemula dalam menulis. Jujur saja ini adalah pertama kalinya bagi saya mencetak sebuah buku, jadi saya harus sangat memperhatikan Kak Ipa yang awal mulanya memberikan kami contoh dan selanjutnya kami akan melakukannya sendiri dengan syarat tidak boleh meminta bantuan kepada teman yang lainnya.

Setelah Kak Ipa memberikan contoh kami memulainya dengan dibagi menggunakan dua laptop. Saya mendapatkan giliran kedua setelah Huzaimah. Dengan baik saya memperhatikan Huzaimah dan memberitahukan kepada Huzaimah agar lebih pelan lagi sekalian untuk lebih membuat saya semakin paham lagi. Setelah Huzaimah selesai tiba giliran saya untuk melakukan percetakan buku.

Tidak dapat saya pungkiri bahwa suhu tubuh saya berubah menjadi panas dingin, jantung berdetak lebih cepat daripada biasanya, ya,,, karena satu alasannya yaitu saya merasa masih kurang paham. Apalagi ini pertama kalinya bagi saya. Selain itu saya merasa belum yakin kalau saya bisa.