in

Literasi Mengajarkan untuk Pantang Menyerah

literasi-club-menulis


Oleh: Masruroh

Kemarin dan hari ini saya dan teman-teman yang lainnya datang ke ruangan Club Menulis IAIN Pontianak untuk tes mengedit dan layout buku. Kali ini kami tes mencetak buku hasil editan dan layout yang telah kemarin kami selesaikan.

Mencetak buku bukanlah hal yang mudah bagi saya, seorang pemula dalam menulis. Jujur saja ini adalah pertama kalinya bagi saya mencetak sebuah buku, jadi saya harus sangat memperhatikan Kak Ipa yang awal mulanya memberikan kami contoh dan selanjutnya kami akan melakukannya sendiri dengan syarat tidak boleh meminta bantuan kepada teman yang lainnya.

Setelah Kak Ipa memberikan contoh kami memulainya dengan dibagi menggunakan dua laptop. Saya mendapatkan giliran kedua setelah Huzaimah. Dengan baik saya memperhatikan Huzaimah dan memberitahukan kepada Huzaimah agar lebih pelan lagi sekalian untuk lebih membuat saya semakin paham lagi. Setelah Huzaimah selesai tiba giliran saya untuk melakukan percetakan buku.

Tidak dapat saya pungkiri bahwa suhu tubuh saya berubah menjadi panas dingin, jantung berdetak lebih cepat daripada biasanya, ya,,, karena satu alasannya yaitu saya merasa masih kurang paham. Apalagi ini pertama kalinya bagi saya. Selain itu saya merasa belum yakin kalau saya bisa.

Baca Juga:  Pertengahan Tahun Depan, Pembebasan Lahan Jembatan Kapuas III Selesai

Saya berulang kali meyakinkan pada diri saya, jika mereka bisa maka insyaallah saya juga bisa asalkan saya jangan pernah menyerah, dan selalu berusaha. Masalah hasilnya itu urusan belakangan.

Dan seperti yang saya duga, awalnya punya saya salah. Entah apa yang kurang Ketika kertas keluar dari mesin printer. Yang keluar tulisan yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditentukan, dan hal itu semakin membuat saya merasa sedih dan binggung.
“Kenapa punya saya beda dari yang lainnya?” ucap saya dalam hati.

Terus saya minta bantuan kepada Kak Ipa dan yang lainnya, kenapa punya saya jadinya tidak sesuai dengan yang telah ditentukan? Mereka menjawab mungkin ada langkah-langkah yang saya lewatkan sehingga hasilnya kurang sesuai. Saya mengulangnya kembali dan memasukkan kertas ke mesin printer dan mencobanya kembali, namun hasilnya tetap salah. Akhirnya saya bertukar giliran dengan Wulan.
Ketika Wulan mencetak saya memperhatikannya kembali dengan sangat teliti dan mencari di mana letak kesalahan saya. Dan ternyata memang benar ada satu langkah yang terlewati.

Baca Juga:  Konser 25th ARWANA Tribute to Sultan Hamid II

Setelah itu saya memperhatikan Wulan membolak balik kertasnya untuk mencetak halaman bagian belakangnya, saya mencoba memberi tahu kepada Wulan supaya bisa mengulang nya kembali karena ada punya teman-teman yang terbalik.
Wulan selesai, akhirnya giliran saya lagi. Dengan teliti dan berhati-hati saya melakukannya, dan Alhamdulillah itu berhasil.

Pengalaman itu bukan hal yang sepele bagi saya karena hal itu bisa dikatakan hal yang bersejarah. Ini adalah pertama kalinya bagi saya seorang pemula bisa menyelesaikan percetakan banyak buku yang telah selesai saya edit. Setelah selesai halaman depannya selanjutnya halaman belakang. Hal itu saya coba berulang kali.
Alhamdulillah juga ternyata ketika kertas itu keluar saya langsung mengecek ternyata halamannya sudah sesuai. Setelah semuanya selesai lanjut ke pemasangan cover hingga selesai. Waktu terasa begitu cepat rasanya karena saking bersemangatnya kami sampai-sampai kami hampir lupa waktu. Setelah semuanya selesai kami pun pulang dengan hati yang bergembira.

Terima kasih semuanya atas ilmu dan waktunya. Semoga bermanfaat. Terima kasih (Peserta Rumah Literasi FUAD IAIN Pontianak)

Written by teraju.id

bnpt-fkpt-kalbar-ngopi-coi

Yosef Adi: Gerakan Media Untuk Membawa Perubahan

hermayani putera

Hobi jadi Pekerjaan, Pekerjaan jadi Hobi