in

Enam Pointers Historis Kenapa Kalbar ini Daerah Istimewa: Selamat Datang di Bumi Nenek Moyangnya Bahasa Persatuan! Bahasa Indonesia

IMG 20200902 105913 352

Oleh: Nur Iskandar

Daerah Istimewa Kalimantan Barat pernah hadir dan real. Hak otonomi khusus itu pernah ada dan kini juga ada lewat otonomi daerah. Para wakil rakyat maupun figur yang sedang menjabat amanat rakyat kudu tahu itu agar punya bargaining position yang hebat di mata siapa saja, bahwa daerah istimewa ini punya harkat dan martabat.

Jangan kalah bulu dengan “hantu”. Sebab daerah ini lebih “hantu” di mana dengan kalimah tauhid-lah maka “hantu” itu enyah dari Bumi Borneo Barat, dan Bumi Borneo Barat menjadi ladang pluralitas yang punya kualitas. Daerah ini kenapa istimewa? Pertama secara kasat mata dia dibelah oleh garis bola dunia, yakni titik nol pembeda sisi Utara dan Selatan dunia. Hanya ada di ibukota Bumi Borneo Barat bernama Kota khaTULIStiwa. Kota eQuator (saya suka memfrasekan TULIS dan Q karena tulisan abadi dan Q adalah Quality/kualitas).

Titik nol ini semesta artinya. Nol adalah angka keramat imajiner yang tanpa batas. Ia penyempurna angka 1 sampai 9. Ia biner. Ia imajiner. Kota ini adalah Kota Imajinasi. Kota semesta raya. Kota tanpa sekat batas-batas fisik dan ruh! Hebats sekali bukan? Titik nol ini juga pembelah Utara dan Selatan yang kaya flora dan fauna. Ia episentrum dari eksotiknya hutan tadah hujan “the heart of Borneo”. Jantung hatinya Borneo. Hutan tropis terkaya plasma nutfah. Ragam anggrek hingga durian si raja buah. Keistimewaan kedua selain garis belah dunia, adalah sungai terpanjang di Indonesia. Yakni Sungai Kapuas. Sungai yang menjadi jalan toll perdagangan dan peradaban. Saksi kunci atas berbagai peristiwa hadirnya Laksamana Cheng Ho, bahkan Patih Lohgender dari Majapahit. Juga Dinasti Ming bahkan Ibnu Batutah serta Alhabib Husein. Begitujuga dengan Opu Daeng Manambon.

Baca Juga:  Sandiwara Corona dan Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Begitupula dengan hulubalang-hulubalang kerjaaan dunia seperti China, Arab, Eropa, siapa saja, sejak dulu hingga kini. Ia saksi transaksi multitriliunan dollar. Kekayaan yang terbentang indah di depan mata. Eksotik dengan fauna dan mineral di dalamnya. Lihat Arwana: 40 cm saja panjangnya lebih dari Rp 50 juta! Apalagi buaya, “Lidahnya” saja mahal dan berimplikasi kuat dengan derajat kesehatan yang diburu masyarakat mancanegara agar tetap muda belia! Arwana, berbagai jenis ikan, udang, belalang, kumbang, hingga tetumbuhan di sepanjang DAS (Daerah Aliran Sungai) Kapuas sepanjang nyaris 1000 km.

Ada tembawang yang hebat-hebat warisan adat Dayak dan Melayu yang berurat-berakar sampai sekarang. Istimewa sekali. Istimewa lagi dengan liur walet yang juga mahal tak ketimbang rupiahnya. Betapa rakyat ini sejahtera sejak dahulu kala…..kalau kami miskin struktural, pasti ada korsleting aliran anemnya. Mesti dioperasi tuntas tas taaaaas…..

Kini saatnya kita bicara, karena kita merdeka. Negeri kita Indonesia Raya. Indonesia Kaya. Indonesia Digdaya. Kejayaan NKRI harus dibangun dari titik nol ini lagi. Tanpa basa-basi. Tanpa menunggu si anu si anu si anu. Tapi kita. Diri kita sendiri. Ayo bangun ibu pertiwi. Kasih dia arti. Kasih dia kesan istimewa lewat karya adiluhung kita sendiri yang punya otak untuk berpikir ilmiah, independen dan merdeka. Punya mulut untuk bersuara dengan vokal tapi sopan dan santun ala adat-istiadat yang heboh kalau berpantun, indah kala bersyair, lenggak-lenggok dengan tarian jepin dan dendang Melayu-Dayak-China-multietnis Tidayu. Juga tajam dengan mandau dan tombak atau panah kata-kata. Lihat seloka Bhinneka Tunggal Ika bersemayam di cengkeram kaki Garuda Pancasila – Elang Rajawali yang berkhidmat dalam ekosistem Ruai – Enggang Gading Tengkawang Tungkul.

Baca Juga:  Sandiwara Corona dan Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Lalu apa lagi keistimewaan Bumi Kalimantan ini? Secara geostrategis dan geopolitis, dia di tengah-tengah sejak Aceh hingga Papua. Layak sekali ibukota negara ada di Borneo. Sayap Timur ibukota negara. Sayap tengah lambung pertahanan darat, dan Barat pertahanan laut dan udara. Elang Rajawali Garuda Pancasila sudah menjadi pertanda sejarah dilukis dari tangan Sri Sultan Syarif Abdul Hamid II Alkadrie turunan Arab-Dayak-Bugis dan simetris Rasulullah SAW, turunan Ibrahim AS, Adam AS. Tsulbi Bumi Pertiwi istimewa di sini. Simetris alam antara Makam Batulayang-Titik Nol Equator-Mesjid Jami dan Kesultanan garis lurus menghadap kiblat. Pusaran utama planet bumi. Tempat di mana Ibrahim membangun kiblat bersama Ismail. Ia ayah teologi dunia. Keistimewaan ketiga adalah pluralitas warga manusianya sejak dahulu kala aman-amin. Jika ada pertumpahan darah, benar-benar politicking dari pihak luar yang tidak paham peradaban tetua kami yang bijaksana-bijaksini. Sejak tempo doeloe antara warga asli dan pendatang selalu aman. Selalu boleh mengaplikasikan agama dan kepercayaannya masing-masing. Tidak ada pengecualian. Perang terjadi karena adu domba semata-mata. Tapi kini kami sadar sesadar-sadarnya.

Maka sejak 15 tahun terakhir ini Kalbar aman-amin-aman-nyaman. Kini kami bangkit. Bangkit membangun diri dan negeri. Atas nama reformasi total dan bermula dari moral. Moral Elang Rajawali Garuda Pancasila. Maka kami giat meluruskan sejarah bangsa dan negara demi rasa cinta. Cinta harkat dan martabat Nusantara. Cinta umat manusia. Dan begitu pesan Allah-Tuhan Yang Maha Esa: Bahwa manusia dicipta untuk jadi khalifah/pemimpin memakmurkan bumi. Kedua, fungsi dicipta sebagai pemimpin itu untuk mengabdi tanpa pamrih kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, untuk mencari ridho-bukan mencari harta-tahta-wanita dan ekstravaganza.

Baca Juga:  Sandiwara Corona dan Pengajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi

Lalu apa lagi istimewanya Borneo Barat dengan ibukota Pontianak ini? Ini pointers keempat kenapa daerah ini istimewa: Bangunan pertama kali berdiri adalah rumah ibadah. Jamee Abdurrahman Alqadrie namanya. Mesjid ini tempat ibadah juga musyawarah. Pusat dagang dan pendidikan. Pusat akulturasi etnis. Mesjid adalah pusat peradaban di negeri muslim manapun di dunia. Lokasi yang aman bagi semua etnis dan agama. Begitu Pontianak sejak 1771. Maka sejak 1771 kami bangsa yang tidak pernah dijajah sampai kini. Termasuk oleh Belanda yang menjajah Indonesia 3.5 abad lamanya. Kami anak NKRI yang sejak 1771 merdeka semerdeka-merdekanya. Kini kita boleh buka cerita. Cerita ini istimewa punya.

Lalu apalagi keistimewaan Pontianak Kalimantan Barat? Kelima: Namanya Kun Tien / Puntien / Pontianak. Matahari. Equator. Please-jelas seperti uraian di atas. Namanya Borneo. Diambil dari kata kayu keras lurus pinggir sungai Kapuas. Portugis menyebutnya Brunei. Inilah juga saudara kami Brunei-Borneo. Negeri Petrodolar yang sedulurnya dari Malaysia dan Sambas/Kalbar. Kami bersaudara dalam Malay Archipelogo. Maka lingua franca kita Bahasa Indonesia yang disumpah-pemudakan pada 28 Oktober 1928 berpusara di Home Land Bahasa Nusantara. Ini juga jadi pointers keenam, kenapa kami istimewa, yakni menjadi Bahasa Persatuan yang disumbangkan dari lumbung pemikiran dan pelisanan, sekaligus traktat sastra nenek moyang Borneo.

Penutup tulisan saya ini, hari ini mari kita deklarasikan di setiap pintu masuk Borneo: Selamat Datang di Bumi Nenek Moyangnya Bahasa Persatuan! Bahasa Indonesia! *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

opyik kacamata jerman

Optik Kacamata Kualitas Jerman

IMG 20200902 WA0006

Hoaks, Pemuda dan Mahasiswa