Ketiga, Kamis, 29 Januari, atas undangan Gubernur kami hadir di Grand Tulip buat Perjanjian Kerjasama antara BWI dengan Fahutan Universitas Tanjungpura dan selanjutnya berkunjung ke MABM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Munzalan Tower. Bernas. Penuh lintasan meteorit ide dan networking.

Keempat, Jumat, 30 Januari safari berlanjut ke Seminar Nasional Green Waqf di Rektorat Untan Lt3 dengan kedalaman galian gerakan maupun gebrakan “daging semua” sehingga secara bercanda KH Lukmanul Hakim Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin bilang, “gak cocok buat vegetarian” hehehe….kami mengisi “pulau tengah” ke Putri Raya usai Jumatan di Mesjid Kampus Almuhtadin, dan beredar ke Baznas hingga seperapat menit menjelang Maghrib.

Penghujung waktu di Land Mark Equator kami belanja kain khas Kalbar serta menyeruput kopi Asiang hingga 21.00.

Sukses. Alhamdulillah wayukurillah watabarakallah wanikmatillah. Rekomendasi, roadmap, hulu ledak dengan catatan “buku besak” mengiringi kolaborasi di ruang aksi. Untuk itu kami atas nama BWI dan KDEKS mengucapkan terimakasih atas kesediaan Yunda Dr Dwi Hadiningdyah untuk hadir berbagi pengetahuan maupun pengalaman bersama staf. Terimakasih kepada Kyai Makruf sejak dini di MUI dan Setwapres melegasikan KNEKS dan KDEKS. Kepada para pejuang yang mewujudkan Badan Wakaf Indonesia dengan UU Wakaf No 41 tahun 2004.