Terkait tentang minat konsentrasi kajian yang terbatas, wanita yang akrab disapa Bu Tiwi ini kembali menambahkan, “Mahasiswa cari sendiri di luar. Jangan cuma cari di kampus. Kampus tidak bisa memberikan 100% buat kamu. Jadi kalau kamu diam dan mencari skill di kampus saja, maka kamu tidak akan berkembang.”

Dilanjutkan Tiwi, bahwa kalau mahasiswa ilmu komunikasi mau berkembang, maka kreatiflah sejak dini. Lalu cari skill di luar.
“Jangan hanya pintar di kampus. Jangan cuma jago di kandang jak,” ibuhnya seraya mencoba aksen Melayu Pontianak. (Difa)