Pada masa ini pula, tepatnya pada tahun 1951, Timely berganti nama menjadi Atlas Comics dan logonya juga berganti menjadi logo bola dunia (globe). Selama memakai nama Atlas Comics, perusahaan komik yang dipimpin Goodman itu lebih banyak “mengekor” atau memakai genre yang sedang populer di pasaran sebagai genre mereka, tidak seperti saat mereka masih memakai nama Timely di mana mereka cukup inovatif dengan mengusung tema Superhero.
Perubahan nama menjadi Marvel

Atlas akhirnya berganti nama menjadi Marvel Comics pada tahun 1961 dan nama itu masih dipakai hingga sekarang. Pada masa itu, tepatnya pada awal dasawarsa 1960-an, tema superhero dalam industri komik kembali naik setelah perusahaan pesaing Marvel, DC Comics, berhasil memopulerkan tokoh-tokoh komik populer seperti Flash, Superman, dan anggota organisasi superhero Justice League of America lainnya. Marvel pun memanfaatkan momentum tersebut dengan menerbitkan komik yang juga bercerita mengenai kelompok superhero Fantastic Four pada bulan September 1961.

Sejak saat itu hingga tahun 1969, Marvel telah menerbitkan 831 buku komik dimana hampir semuanya dibuat oleh Stan Lee. Pada periode ini pula, aneka tokoh komik populer seperti Spider-Man, X-Men, dan Hulk untuk pertama kalinya muncul.

Walaupun DC Comics disebut-sebut sebagai pelopor kebangkitan tema superhero di industri komik usai Perang Dunia II, Marvel dianggap sebagai pelopor dalam perubahan tipe penceritaan superhero yang beredar selama ini. Sejarawan komik Peter Sanderson menulis bahwa Marvel berhasil membuat konsep baru dalam penceritaan dengan mengusung tema yang lebih serius sehingga orang-orang seperti remaja dan orang dewasa juga bisa tertarik membaca cerita komik.
Marvel Fans Community Regional Pontianak