Di dalam masjid terlihat, di atas dinding dihiasi ornamen kaligrafi yang indah warna kuning keemasan. Ada empat pilar peyangga di dalam masjid. Ada sembilan pintu masuk terbuat dari besi tralis bercat hitam motif seperti bunga. Tiga di depan , tiga di samping kanan dan tiga disamping kiri. Tempat wudhu terletak disebelah kiri dari depan pintu masuk.
Saya pun mengambil air wudhu. Shalat Tahiyyatul Masjid dan Shalat Dhuha, saya laksanakan. Subhaanallah, niat saya melaksanakan shalat di Masjid Agung Oesman Al-Khair sejak pertama kali melihatnya, akhirnya tercapai. Bahkan beberapa pengunjung, juga melaksanakan shalat, bahkan betah berlama-lama di dalam masjid tersebut.
Saya menilai Masjid Agung Oesman Al-Khair, bisa menjadi ikon wisata religi bagi Kabupaten Kayong Utara. Keindahan dan letak yang strategis. Mudah dijangkau, menjadi keunggulannya. Dan menjadi pusat ibadah bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara, khususnya yang berada di dekat lokasi masjid.
Setelah itu, saya menyaksikan pembukaan Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok. Persembahan atraksi budaya “Tarian Kolosal Gelar Tari Nusantara” oleh pelajar yang dikonseptor oleh Guruh Soekarno Putra. Aktrasi Pesawat Hawks, Aktraksi Terjun Payung, yang menghibur ribuan pengunjung yang memadati Pantai Pulau Datok.
Semoga Kabupaten Kayong Utara terus maju dan berkembang, melalui sektor pariwisata. Memberikan dampak positif terhadap kemajuan di sektor perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kayong Utara.

