Community

Hoaks, Pemuda dan Mahasiswa

Hoaks, Pemuda dan Mahasiswa

Oleh: Anshari Dimyati

Senin, 24 Agustus 2020 lalu, saya mengisi materi diskusi dalam rangkaian kegiatan KKU (Kuliah Kerja Usaha) Mahasiswa/i Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan beberapa kampus lainya. Agenda dilaksanakan di Aula Balai Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. Dengan protokol Covid-19, Physical Distancing.

Materi yang saya sampaikan tentang “Dampak Beredarnya Berita Hoax dan Pencegahannya di Situasi Covid-19 Melalui Sosial Media”. Ada dua tema pula dengan dua narasumber lainnya. Seperti “Menakar Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi Desa” dan “Pentingnya Administrasi Keperdataan Bagi Masyarakat Desa” di Kabupaten Kubu Raya.

Memang, pandemi Covid-19 menerabas semua aktivitas normal kehidupan sosial yang sudah berjalan sebelumnya. Dengan pembatasan keramaian dan kerumunan, kemudian berakibat pada lajunya peningkatan penggunaan jaringan komunikasi digital (informasi dan transaksi elektronik). Penggunaan perangkat komputer dan internet yang sedemikian masif, mengakibatkan banyak persoalan atas pola perubahan interaksi masyarakat.

Jelas kemudian, benturan kepentingan masyarakat dan konflik sosial akan terjadi. Dampak konkrit dari benturan kepentingan dan konflik sosial tersebut adalah stabilitas keamanan dan ketertiban dalam kehidupan masyarakat di Indonesia. Salah satu penyebab hal tersebut adalah penyebaran berita bohong atau berita palsu atau disebut dengan “Hoax/Hoaks”. Hal ini patut menjadi perhatian serius oleh Pemerintah (Eksekutif) maupun lembaga Legislatif dan Yudikatif, sebagai penjaga pilar demokrasi dalam kehidupan berbangsa.