Keluar dari tahanan nama baik Buchary tetap kemilau. Dia berkhidmat di RSP Untan selain “buka praktik” sebagai dokter ahli. Namun di RSP pula dia menghembuskan napas terakhirnya.

Dokter pemula putra daerah Kalbar ini sejatinya memang berjiwa kasih dan lembut. Bercita-cita menjadi dokter dan wafat dalam khidmat sebagai dokter di RSP Untan. Dia turut memimpin RSP Untan karena ilmu dan keahliannya. Dan melalui pendidikan, dokter putra daerah Kalbar yang dahulu langka, sekarang sudah periodik mewisuda dokter-dokter muda. Maka di sana terpancar rasa bahagia dari Pendekar Selembe.

dr Bong punya perjalanan hidup berlika-liku. Suatu saat begitu indah di mana posisi jabatan politik menjadi bonus dari popularitasnya sebagai dokter dengan segenap puja-puji, sekaligus tentu saja pahit getir yang ternyata satu paket di dalamnya.

Menjadi pertanyaan kenapa orang sebaik Buchary bisa masuk bui? Berkatalah hakim, “Baik saja tidak cukup. Harus teliti. Sebab jika semua dokumen yang disodorkan diteken karena baiknya hati, ini bisa jadi perangkap!”

Dari dr Bong kita bisa bercermin banyak pelajaran hidup. Selamat Jalan dr Bong, Pendekar Selembe. Insya Allah husnul khotimah. *