Selain itu, Fadholi juga menegaskan pentingnya peran Bulog untuk lebih optimal menyerap gabah dari petani. Sehingga bisa mengurangi impor beras yang dilakukan pemerintah selama ini.
“Kalau Bulog bisa membeli gabah di musim penghujan, hal ini sama dengan mengamankan stok beras kita. Masalahnya, Bulog mampu menyerap berapa banyak gabah dari petani. Saat ini, gudang penyimpanan Bulog yang ada di daerah belum modern. Sehingga gabah yang dibeli tidak bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama,” ungkap politisi NasDem Dapil Jawa Tengah ini.
Sementara itu, rapat yang berlangsung selama tiga jam tersebut menghasilkan kesimpulan, yakni pertama mengapresiasi kinerja serapan APBN Kementan tahun 2018, menerima pnejelasan atas peningkatan pagu alokasi APBN 2019.
Menyetujui anggaran subsidi pupuk APBN tahun 2019 sebesar Rp 29 triliun atau setara dengan 9.550.000 ton. Serta, menyetujui dana alokasi khusus tahun 2018 bidang pertanian.
“Komisi IV meminta Kementan melakukan koordiansi dengan pemerintah daerah melakukan verifikasi dan konfirmasi luas lahan baru sawah. Keenam meminta revisi Inpress nomor 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah atau beras,” bunyi kesimpulan tersebut.
Terakhir, menyetujui pelaksanaan kegiatan pinjaman hibah luar negeri dan meminta pemerintah melakukan pembayaran kekurangan subsidi pupuk 2015 sampai 2017. (r/wenny)
