Mbah Darmin didampingi sang istri Nyai Novi Wijaryadi Zarkasi. Terhidang aneka kudapan hasil SmartFarm Ponpes. Ada telur rebus Omega-9, teh khas campur telur ayam kampung, rebusan ubi rambat dan juga singkong fermentasi–mengutip Cak Lontong–menyebut tape ubi.

Usai sambutan dan dialog di ruang pertemuan pukul 10.00-11.30, kami lanjutkan peninjauan ke lapangan bekas kebun rambutan. Kini menjelma Sawung Kayu eksotik, mesjid beton, dan asrama ponpes sekaligus lokal belajar. Terdapat hamparan SmartFarm berisi lele, kelinci, ayam bukan ras dan pembiakan tanaman hortikultura. Terdapat pabrik tahu-tempe di salah satu sudut bangunan, dan kami nikmati semuanya dalam racikan makan siang.

“Saya diminta Mbah Darmin menggoreng ayam, rebus telur, dan goreng tempe. Semua hasil produksi SmartFarm Ponpes. Yang masak juga santri. Alhamdulillah beginilah harian kita di sini,” kata Nyai.

20-an tamu menikmati kuliner yang uenak tenan. Termasuk produksi Masehi (Masjid Sehat Indonesia) kolaborasi Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin.

Sambil menjelaskan resep Masehi anti diabet dll, Mbah Darmin juga mengurai kunjungan Pimpinan Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin , dua hari lalu, ke Ponpes Khadijah. “Alhamdulillah wayukurillah watabarakallah wanikmatillah kita disupport infrastruktur sebesar 100 juta,” terangnya disambut gema takbirrrr.

Ponpes produktif ini menyalurkan produksinya hingga ke tapal batas. Selain ke pasar pasar Kota Pontianak juga ke Parit Gadoh Kakap. Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas.

Mereka masih butuh modal untuk mengembangkan kepak sayap pelayanan ummat. Butuh pendampingan agar sayap ZISWAF Produktif menjadi alat persemakmuran masyarakat Kalimantan Barat. Tugas bersama ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. *