Dalam hitungan 60 menit semakin banyak yang berkumpul. Mulai dari anak-anak TPA termasuk pengurus masjid dan para orang tua. Mereka mendapatkan pengarahan untuk dapat menaiki kendaraan roda empat maupun roda dua. Adapun anak-anak dan remaja diprioritaskan menaiki kendaraan roda empat, sementara para orang tua yang tak tertampung kendaraan roda empat, bisa mengendarai kendaraan roda dua masing-masing. Rombongan Jamiatush Sholihin ini bergerak menuju Taman Alun Kapuas dengan kompak dan tertib. Di wajah mereka tampak puas.

Silaturahmi mempererat hati dan menjadi-jadi. Subur berkah ilahi.
Di Taman Alun Kapuas mereka parkir dengan tertib. Di lokasi yang ditata apik oleh Pemkot di bawah kepemimpinan Walikota H Sutarmidji SH, M.Hum ini perparkiran sangat tertib dan disiplin.

Baik pengaturan lokasi, maupun tarifnya. Tarif kendaraan bermotor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000. Petugas parkir juga mengenakan rompi petugas. Sementara pintu masuk dan keluar Taman Alun Kapuas juga dijaga aparat keamanan milik Pemkot sehingga taman terjaga keasriannya.

Di bawah naungan pepohonan trembesi yang rindang, jamaah Jamiatush Sholihin berkumpul di kawasan tugu mini khatulistiwa. Di sini ada dua agenda khusus. Seperti yang diumumkan Kepala TPA, Ibu Khofifah. Bahwa satu kelompok siswa TPA akan rekaman hapalan surah-surah pendek bersama Mujahidin Madani TV. Sedangkan kelompok kedua yang tidak rekaman siaran TV akan dihibur dengan seni dongeng bersama Dompet Dhuafa.