Adapun orang tua yang ingin menikmati panorama pinggiran Sungai Kapuas dipersilahkan selama program rekaman masih berlanjut. Pengajian melibatkan TV dan seni dongeng bersama santri TPA inilah yang diaksud dengan kolegial.
Taman Alun Kapuas sendiri menjadi destinasi wisata paling menarik di Kota Pontianak. Selain berada di pinggiran sungai terpanjang di Indonesia, juga berada di pusat kota. Di mana ada aktivitas ferry penyeberangan yang mengangkut puluhan ribu orang dalam satu hari satu malam. Ada pelabuhan bongkar muat Dwikora yang bersandar kapal-kapal besar. Juga ada air mancur serta tribun yang mampu menampung lebih dari 1000 orang. Taman juga tertata rapi dengan berbagai jenis kembang, tanaman asli Kalbar maupun trek untuk jogging. Beberapa titik sangat menarik untuk foto bersama. Dan hal itu pula yang “digilakan” pengunjung. Terutama berselfi ria.

Faktor penarik lainnya, bahwa Taman Alun Kapuas adalah alun-alun kota. Persis berada di depan Kantor Walikota dan dekat Pasar Tengah, Pasar Kapuas, Nusa Indah, Sudirman dan Pasar Siantan di seberang sana. Asli. Strategis.
Dua buah kapal motor air jenis bandong telah menunggu di dekat tugu mini khatulistiwa. Dan seusai rekaman maupun dongeng bersama Mujahidin Madani TV serta Dompet Dhuafa, jamaah bergerak menaiki motor air. Di sini sensasi berada di atas sungai terpanjang di Indonesia dirasakan oleh para penumpang. Tak pelak mereka menebar pandang mata dari lokasi yang tidak biasanya mereka rasakan di darat. Foto ria pun tak terhindari lagi. Begitupula update status di sosial media. Luar biasa. Semua pemegang gejet bertindak sebagai fotografer. Yang dipotret berlakon artis dan aktris. Yuhuiiii.