Kesimpulan saya dari posisi 50:50% itu, bahwa Anies lebih berpeluang menjadi Gubernur mensuksesi Ahok karena dia diuntungkan oleh migrasi suara pendukung Agus-Sylvi yang gugur di putaran pertama. Sementara platform pendukung calon no urut satu itu lebih dekat kepada no 3 Anies-Sandi. Jadi, saya melihat trend kepercayaan kepada Anies akan positif, di mana figurnya sabar sehingga diametral dengan Ahok.

Alasan kedua: ketika putaran kedua terjadi, alias “head to head”, maka calon “muslim” akan mendapatkan dukungan suara yang relatif menyatu. Di sini tetap berlaku politik identitas. Yakni identitas etnik dan agama. * (penulis adalah pemimpin redaksi media online teraju.id dan dosen tamu yang mengajar jurnalistik di IAIN dan Fisip Universitas Tanjungpura).