Harapan besar kini tertambat pada Ferry: mampukah ia menyalakan kembali semangat koperasi sebagai soko guru ekonomi kerakyatan? Publik menunggu bukan hanya jargon “koperasi modern”, tetapi kebijakan nyata: digitalisasi koperasi, akses permodalan murah, dan perlindungan dari praktik predatoris kapital besar. Jika langkah ini ditempuh serius, koperasi bisa kembali menjadi benteng rakyat kecil di era disrupsi.

Reshuffle kali ini adalah ujian pertama serius bagi Prabowo setelah badai protes sosial mengguncang. Ia harus membuktikan bahwa perubahan wajah kabinet bukan sekadar kosmetik politik, melainkan langkah konkret menjawab keresahan rakyat. Kredibilitasnya dipertaruhkan, sebab harapan yang terlanjur tumbuh bisa berbalik menjadi kekecewaan bila kabinet baru gagal memberi arah jelas.

Bagi pasar, reshuffle ini menimbulkan tanda tanya besar. Bagi rakyat, ia membuka secercah harapan. Dan bagi Presiden, reshuffle ini adalah peringatan: kekuasaan tidak lagi ditopang oleh citra semata, melainkan oleh sejauh mana ia mampu mengendalikan harga di warung, membuka lapangan kerja, dan memberi rasa aman bagi dompet rakyat.