“Masjid harus ROMMANTIS, ramah dengan Orang Muda, ramah dengan Musafir, ramah dengan Anak-anak, ramah dengan Tetangga Sekitar”, demikian hatur Gurunda Ustaz Luqmanulhakim salah satu coach Pelatihan Nasional Masjid Billionaire.

Dalam membangun kehidupan berjamaah, pengurus juga harus memahami pentingnya kepemimpinan. Gurunda Rendy Saputra, salah satu coach di Pelatihan Nasional Masjid Billionaire pernah menyampaikan kepada peserta pelatihan bahwa kita harus bisa membedakan antara gerombolan dan jamaah. Perbedaannya adalah pada tegaknya kepemimpinan.

Menurut Gurunda Rendy Saputra, Orang banyak tanpa pemimpin yang ditaati adalah gerombolan. Allah dan Rasulullah memerintahkan kita untuk hidup berjamaah, bukan hidup bergerombol. Gerombolan itu orangnya jamak tapi mikir dan bergerak sendiri-sendiri. Bergerombol itu banyak orang tapi tak ada pemimpin yang disepakati dan ditaati.

“Berbeda dengan berjamaah. Berjamaah itu orangnya jamak (banyak), dan harus ada pemimpin yang disepakati dan ditaati. Persis seperti shalat berjamaah di Masjid”, Demikian hatur Gurunda Rendy Saputra.

*

Pelatihan Nasional Masjid Billionaire Angkatan I telah diikuti oleh 250 peserta yang berasal pengurus masjid dari Aceh sampai Papua. Pelatihan Angkatan I ini bahkan diikuti pula peserta yang berasal dari Masjid di Qatar dan Australia.

Pelatihan Nasional Angkatan II insyaallah akan digelar pada pertengahan desember. Pelatihan Angkatan II ini selain akan dibersamai oleh Gurunda Ustaz Luqmanulhakim, Gurunda Ustaz Rendy Saputra, Gurunda H.M. Nur Hasan, Gurunda Adi Pratama, dan Gurunda Syahid Fisabilillah, insyaallah akan dibersamai pula oleh Tuan Guru Ustaz Abdul Somad.

Pelatihan Nasional ini akan ditindaklanjuti dengan program pendampingan manajemen baitullah, pendirian Baitulmaal dan pendirian Amal Tijarah Masjid (unit usaha masjid).

Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Kakakmimin di nomor 083140526648.