Opini

BangKambing? Bismillah—Kita Mulai Melangkah

BangKambing? Bismillah—Kita Mulai Melangkah

Oleh: Nur Iskandar

Menyatukan yang terserak. Ibarat lidi. Terpisah mudah patah. Bersatu ia padu. Tak mudah patah walaupun dipatahkan. Tali pengikat yang terserak itu bernama BangKambing! “Ciyus…:)”

*

Badan Wakaf Indonesia berdiri tahun 2004 menyusul lahirnya UU Wakaf No 41 tahun yang sama. Di setiap provinsi ada perwakilannya. Periode pertama dan kedua dipimpin ulama cum akademisi Dr H Wajidi Sayadi, M.Ag. Pada 18/10/20 lebih kurang 3 bulan lalu alih generasi kepada pakar hukum tata negara Prof Dr H Kamarullah, SH, MH. Di BWI Pusat dipimpin mantan Mendikbud yang kini juga Ketua Dewan Pers Prof Dr Ir H Muhammad Nuh, DEA. Alumni diktoral Perancis itu sahabat Ketua Yayasan Mujahidin, mantan Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Thamrin Usman, DEA.
Sejak dilantik di Pendopo Gubernur BWI Kalbar kerap kali rapat dan berpikir keras bagaimana lahan wakaf yang terserak hampir 1 juta ha di Kalbar agar produktif. Diskusi tak cukup tatap muka berlanjut di WA (WhatsApp Group). Ditilik penanaman jahe hingga umbi. Jahe merah sempat melejit awal pandemi. Namun jahe agak rewel. Begitupula dengan vidiotron pada lokasi lokasi wakaf strategis. Pilihan jitu tertuju pada kambing. Ya kambing.