teraju.id, Pontianak – Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang yang juga Ketua Majelis Adat Budaya Melayu “Kota Amoy” Asmadi mengulurkan salam. “Selamat. Selamat. Sukses perpantunan kita. Saya sudah langsung unduh aplikasinya.” Gawai pun ditunjukkan. Dengan bangga pria yang presentasi WBTB-I 2025 silam di hadapan kurator Pusat menunjukkan hasilnya. “Pantunin AI memuaskan!”

“Masih level 1 Pak As…masih 50 pantun yang diinjeksi. 10 hari ke depan masuk pantun terseleksi dari 2000 stok pantun TnG Agus Muare dkk Team Pagar Budaya.”
“Gak apa-apa. Maju terus. Kita sudah membangun rumahnya. Rumah tumbuh…”

*

Suasana hiruk pikuk dengan ruangan Pendopo Gubernur macam bunga. Aneka warna baju adat Telok Belanga dan Baju Kurung. Ditingkahi pula dengan cahaya dan musik. Terasa meriah.

“Mana Agus Muare?” Bertanya Ketua MABM Kabupaten Sintang A Rani. Dia mau berswafoto dengan pria berjuluk Sultan Halu yang baru saja meluncurkan buku 8 Rima Pantun di medio Desember 2025 bertepatan dengan peringatan Harpandu dan Hartunas.

“Pantunin AI benar benar Pantunin Ayi. Cocok buat kakek dan cucu. Lestari pantun sebab mudah dipakai membuat pantun,” pujinya. Ayi adalah kosa kata Melayu Hulu menyebut kakek.

Oleh karena itu penamaan Pantunin Artificial Intelegence (Pantunin AI) secara pengucapan, pas dengan lidah Orang Ulu Kalbar sebagai Pantunin Ayi. “Juga pas di kalangan millenialis sebagai Pantunin Ay–pronontiation Inggris,” sambung pakar IT, founder Pantunin AI, Muh Yaser Syaifudin. Nama mengandung sisi pasar. Market. Juga doa. Not just a name. Ofcourse.

*

Launching Pantunin AI ditandai dengan pemukulan tar atau hadrah oleh Gubernur Kalimantan Barat H Ria Norsan didampingi Ketua MABM Kalimantan Barat yang juga Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Prof Dr H Chairil Effendy, MS; Walikota Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT, Ketua Dewan Satarudin, SH, MH, anggota DPR-RI H Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH dan Rektor Universitas Tanjungpura Prof Dr H Garuda Wiko, SH, MH. Setelahnya mereka menghadap vidiotron, menyaksikan ledakan semesta dengan kelahiran Pantunin AI, diikuti step by step penggunaannya. Lalu diiringi tepuk gemuruh 600-an undangan.

Pada kesempatan itu Gubernur memuji aplikasi Pantunin AI yang membuat pantun Nusantara menjadi lebih kuat. Melayu Kalimantan Barat turut berkontribusi secara positif.

Hal senada diutarakan Prof Chairil. Bahwa MABM Kalbar dalam usianya ke-29 berpartisipasi memajukan budaya dan sosio-politik daerah maupun nasional. Di antaranya turut memperjuangkan pantun WBTB Unesco dan penetapan Harpandu – Hartunas. Termasuk mengirim dua peserta sertifikasi ahli WBTB-I atas nama Dedi Ari Aspar dan Nur Iskandar.

*

Acara Milad MABM ke-29 merupakan momentum Halal Bi Halal. Diikuti tak hanya fungsionaris DPP MABM Kalimantan Barat dan 14 kabupaten dan kota, namun juga Konsorsium Merah Putih yang melingkupi 24 etnik di Kalbar. Kesemuanya hegemoni dalam harmoni. Juga ditampilkan buku karya bersama para tokoh Melayu dan Dayak berjudul 1 rumah-2 dunia. Antara lain ada nama Prof Chairil, Asriyadi Alexander Mering, Syafarudin Usman dan Masri Sarep Putra. Kehadiran buku ini menjadi tapak sejarah kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika.

*

Acara di tempat yang megah dimulai pukul 18.30 dengan ramah tamah dan makan malam. Tersedia pula nasi adab. Rasanya lezatos…khas Melayu Pontianak.
Undangan disuguhi kesenian Tundang Sari. Yakni inovasi berpantun, berdendang dan menari. Persembahan Serumpun Berpantun bersama Kijang Berantai diolah Syarikat Seni Melayu Nusantara dan binaan DPP MABM Kalimantan Barat pimpinan Dr Ismunandar (Cand). Penampilannya mengembangkan tepuk meriah hadirin.
Acara juga disempurnakan dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars MABM dan tilawah Qur’an.

Kegiatan paripurna pukul 22.30 dengan foto bersama dan saling maaf-memaafkan. Bersalam-salaman. Mohon maaf lahir dan batin, sambil berbalas pantun:
Hijau subur si daun pandan
Dibawa dari Desa Samalagi
Kilau tasyakur shaum Ramadhan
Tahun depan bersua kembali

*

Dulu katun disusun-susun
Kini katun rata bersulam
Dulu pantun di dusun-dusun
Kini berpantun semesta alam