Walikota Pontianak dengan logat Melayu Kental menerangkan bahwa pada tahun ini, jumlah kurban bertambah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dan jika distribusinya bagus, semua orang yang berhak mendapat daging kurban pasti mendapatkannya. Dan itu satu hal yang positif untuk kemajuan ekonomi.
“Artinya semakin banyak orang yang mampu berkurban. Kemudian dalam memaknai kurban ini kita melakukan tapak tilas bagaimana pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail serta Siti Hajar yang memberikan makna kepada kite. Bahwa kite harus memberikan, mengorbankan hal yang terbaik dari kite untuk kepentingan orang banyak, untuk kepentingan yang lebih baik, lebih luas lagi untuk Kota Pontianak,” tambahnya.
Hewan-hewan kurban telah disebar dan didistribusikan ke seluruh Masjid, Surau, dan ke tempat-tempat yang membutuhkan. Terlihat seekor sapi yang terikat di pohon halaman Kantor Pos sebagai bentuk penyerahan hewan kurban dari Walikota secara simbolik. Data dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak sendiri, tahun ini terdapat sekitar 640 ekor sapi dan 1969 ekor kambing yang siap dikurbankan di Kota Pontianak.
