Ketiga: Kanwil Kemenag membina 70-an sekolah madrasah dan aliah. Membuka diri buat kerjasama Festival Pantun, Festival Tunas Bahasa Ibu dan pembinaan bahasa-sastra sebagaimana sekolah umum.
Keempat: BI selalu siap membersamai dengan Balai Bahasa serta Serumpun Berpantun-Bina Antarbudaya-Asosiasi Tradisi Lisan (Komunitas-komunitas). We are wide open.
Roadmap kita buat sejak 2020. Kini kita jalani dengan trik 2026 West Kalimantan Pantun Tourism Year. Kita galakkan sosialisasi Hari Raya Pantun (Nasional dan Dunia). Termasuk adagium Kalimantan Barat Provinsi Pantun dan Kota Pontianak Ibukota Pantun Dunia.
Kelima: Perlu Perda Perlindungan Bahasa Ibu sehingga ada langkah cerdas berupa payung hukum melindungi ladang emas peradaban bahasa yang berisi karakter bangsa, tradisi, seni, sejarah dan filsafat hidup rakyat tempatan. Sejauh ini baru Sanggau yang punya. 13 daerah tingkat dua se-Kalbar belum punya. Dari Perda akan terlindungi bahasa ibu secara terstruktur, massif dan sistematis.
Kalbar, hayyyo…
Bismillah.
Sejak 2020 WBTB Unesco, Serumpun Berpantun sudah move on. SB bertindak signifikan. Membawa pesan kemajuan peradaban.
Putri menari pakai pinggan
Pita hitam terbang ringan
Mari bersama singsingkan lengan.
Bersama kita bergandengan tangan. *
CP Serumpun Berpantun
08125710225
Nuris-No Risk
