Cerpen

Perempuan Melayu Terakhir

Perempuan Melayu Terakhir

Oleh: Qodja

Marwah namanya. Datang dari kampung atau kecamatan kecil bernama Serimbu. Jauh dari jantung Ibu Kota Kabupaten Landak, Ngabang. Ayahnya sosok bersahaja bernama Arman, bekerja sebagai juru tulis di kantor kecamatan Serimbu. Ibunya Soudah, mengajar di sebuah Madrasah Ibtidayah As Salam, satu-satunya Madrasah Islam di kecamatan tersebut.

Untuk menuju Serimbu bukan urusan mudah. Kita akan meniti medan berat, kerikil-kerikil tajam, batu-batu cadas yang terhampar tidak beraturan di sepanjang jalan dan ngarai yang mengawal setiap perjalanan. Membikin siapapun yang melintas akan bergoyang nyalinya jika tidak berhati-hati.

Saya mengenal Marwah ketika menghadiri acara sosial bertema pendidikan. Marwah berkuliah di IAIN Pontianak jurusan Tarbiyah. Di awal masa kuliahnya, Marwah sempat menumpang di rumah kerabat jauhnya di daerah Siantan. Sebelum berangkat kuliah, Marwah berkhidmat untuk membantu keluarga kerabatnya. Urusan rumah tangga seperti membersihkan rumah, mencuci piring, membeli keperluan dapur, memasak hingga mengasuh anak kerabat dilakoninya. Upaya menjaga adab sebagai orang yang menumpang.