Oleh: Khairul Fuad

Rumah Adat Melayu bilangan Jalan Sutan Syahrir Pontianak, sekaligus sudut ruangnya adalah kantor Majelis Adat Budaya Melayu (MABM), terasa berbeda malam itu 29/10/2020, tidak seperti biasanya. Seringnya Rumah Adat Melayu digunakan untuk perhelatan resepsi pernikahan oleh masyarakat Pontianak dengan ruangan yang representatif. Kadang juga digunakan untuk seminar atau gelar wicara, dan perhelatan yang menyedot animo banyak orang.

Akan tetapi, malam itu sangat berbeda sebab perhelatan yang diselenggarakan sarat dengan rasa emosional secara psikologis. Bahkan, secara historis pun terpantik dalam perhelatan itu yang digawangi penuh oleh teraju, media daring (online) besutan Nur Iskandar yang pernah mengomandoi Surat Kabar Harian Borneo Tribune (HBT). Perhelatan itu juga dalam rangka mendorong Sultan Hamid II menjadi pahlawan nasional yang selama ini diperjuangkan oleh Yayasan Sultan Hamid II di bawah kendali Anshari Dimyati yang baru saja menakhodai Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Pontianak sebagai Dekan.

Pemeriksaan kesehatan. Protokol Covid 19 berlaku ekstra ketat. Foto Nuris
Pemeriksaan kesehatan. Protokol Covid-19 berlaku ekstra ketat. Foto Nuris

Perhelatan penuh makna itu adalah konser musik Arwana bertajuk ARWANA, FESTIVAL NADI KHATULISTIWA KONSER ANNIVERSARY 25th.

Debut musik 25 tahun, seperempat abad Arwana penanda perayaan itu dihelat di Rumah Adat Melayu, tepatnya di ruang balairung. Debut yang tidak mudah untuk tetap menjaga asa sebuah grup tetap eksis di percaturan musik Indonesia yang semakin kompetitif. Nyatanya, Arwana tetap eksis digawangi skuad penuh enam personel, Yudie Chaniago, Hendri Lamiri, Yan Machmud, Wansyah Fadli, Tambi, dan Tony.