Albert Kuhon (AK): Nggak. Sampai sekarang saya belum jelas kesalahan saya.

JO: Iya, saya juga makin hari makin tidak jelas. Itu… gimana yaa, problem ini kan harus cepat selesai…..

AK: Tapi saya tetap merasa belum jelas mengenai kesalahan saya.

JO: Kalau bagi saya yaa… itu lah. Menghasut, ya artinya ndak taulah intensitasnya seberapa. Yaa…. Mengumpulkan orang, menyusun kekuatan, menimbulkan keresahan…
AK: Nggak ada, Pak! Sama sekali tidak ada maksud seperti itu…

JO: Saya juga ndak ngerti. Cuma sekarang problemnya sudah terlanjur rumit dan tidak sederhana….Tapi serikat pekerja itu juga ndak betul, kalau menurut saya. Apalagi cara youmenghimpun kekuatan yang menimbulkan kegelisahan dan lain-lain… jadi yaa… susah.… Pergi saja dulu barang berapa lama, kemudian coba nanti you datang lagi. Tapi saya tidak memberi jaminan, siapa tahu saya sudah diganti… Ha…ha…
Bersikukuh

Intinya, ketika itu Pak J-O (begitu kami memanggil Jakob Oetama) bersikukuh meminta agar saya mengundurkan diri karena menggagas berdirinya serikat pekerja. Setidaknya buat sementara, lalu kelak masuk kembali. Sedang saya yang waktu itu masih muda, bersikeras tidak mau mundur karena merasa tidak bersalah dengan menggagas berdirinya serikat pekerja di Harian Kompas. Saya memilih dipecat dari Kompas, sedang Pak J-O meminta saya mengalah dengan mengundurkan diri.