• Nyatakan emosi lewat berbagai bentuk artistik. Hal ini dapat membantu Anda mengendalikan emosi apa saja yang datang silih berganti. Menari, menyanyi, dan bawalah semua emosi itu dalam pekerjaan dan dalam doa. Dengan demikian, Anda tidak menyakiti diri sendiri dan siapa pun di dalam mengendalikan emosi.
Banyak orang hancur dan gagal hanya gara-gara emosi yang tidak dapat dikendalikan. Meski tampak sepele, emosi dapat membuat susu sebelanga menjadi rusak. Sebagai pemimpin di suatu organisasi, kadang seseorang merasa punya hak untuk menegur, memarahi, dan mencaci maki anak buah di depan umum. Mungkin tindakan ini benar, namun tidak cukup bijaksana. Yang diperlukan ialah pemimpin yang bijaksana, bukan semata-mata yang pandai.
Kita kerap kurang peka pada perasaan orang lain yang merasa terluka atau tersinggung olah perkataan atau perbuatan kita didorong oleh emosi. Kita cenderung menganggap perbuatan dan perkataan kita baik dan benar, sampai-sampai memarahi dan menyemprot orang tanpa mengindahkan perasaannya.
Bagaimana sebaiknya? Untuk menghindari emosi yang meluap-luap dan tidak terkendalikan, ada baiknya kita belajar menempatkan diri pada posisi orang lain. Ingatlah bahwa apa yang dapat menyinggung perasaan dan melukai hati kita, juga dapat terjadi pada orang lain.
Karena itu, berlakulah adil pada orang lain. Perlakukan mereka sebagaimana Anda inginkan orang lain lakukan pada Anda.*
