Seru sekali mengobrol dengan abang tersebut, hingga pelanggan yang bepasangan datang. Di sini memang tempat yang enak, teduh karena banyak pohon dan tempat duduk dilengkapi dengan payung besar berwarna-warni seperti di pantai, jadi hal yang lumrah jika cuaca panas begini tempat yang disulap oleh abang tersebut bernuansa pantai menarik perhatian.

Es teler telah selesai kami pindahkan ke dalam perut, haus pun tak lagi terasa, hingga kami memutuskan untuk membayar es yang kami pesan sembari pulang.

“Makasih ye, Dek,” ucap abang tersebut setelah kami bayar.

“Iye, ikhlaskan ye, Bang,” jawabku sembari tersenyum.

“Iye ikhlas, cuman sedikit kecewa yak. Modal abang jak belum kembali, Dek,” timpalnya sembari tertawa.
Pontianak, 18 February 2018