Dari fragmen cerita ini saya tidak akan berbicara banyak soal bagaimana perjuangan kedua orang tua saya. Tapi bagaimana kedua orang tua saya menanamkan pola pikir tentang pendidikan untuk saya dan adik-adik saya.
Pada saat itu saya pun mulai memasuki bangku sekolah SMP dan kedua orang tua saya berdagang jualan pisang dan gorengan. Namun perjalanan kami tidak semudah itu dan lancar sampai sekarang ini. Pada saat orang tua saya berdagang lalu tutup tokonya karena waktu itu ada isu bahwa tempat orang tua saya berdagang akan digusur. Ayah pusing memikirkan kerjaan apa lagi, mana saya harus membayar daftar ulang karena saya naik kelas dan adik saya banyak keperluan sekolah. Pada saat itu kondisi ekonomi kami sangat kritis.
Ahirnya ayah saya memutuskan untuk kerja bangunan demi pendidikan saya dan adik-adik saya karena kedua orang tua saya selalu bilang: pendidikan yang tinggi maka kamu akan menjadi orang terpandang dan mudah mencari pekerjaan.
“Jangan kalian anak-anakku kedepannya susah seperti orang tuamu ini,” kata mereka.
Saya selalu sedih ketika ayah mengatakan hal seperti itu. Tekat saya sekarang dan selanjutnya mewujudkan keinginan kedua orang tua saya yang ingin melihat saya wisuda dan menggunakan toga. Saya harus tetap berjuang dan harus ikut bekerja membantu ekonomi keluarga saya.
MENGEJAR KESUKSESAN DENGAN PENDIDIKAN DEMI KEDUA ORANG TUAKU.
(Mahasiswa Akuntansi Syariah, IAIN Pontianak).
