Mana kala anak rutin berlatih silat, dalam kurun waktu yang terus berjalan kepercayaan diri akan terbentuk dan tertanam dalam dirinya.
Kedisiplinan tak kalah penting. Pelaksanaan silat mesti terjadwal, jadwal inilah yang menunjang jiwa kepatuhan bahkan loyalitas seorang pesilat.
Sedangakan menurut Farhan sendiri, silat ialah olahraga yang paling halus dan sebagai bekal untuk membela diri.
“Silat itu olahraga yang paling halus. Kalau kita dipukul orang sekali, kita tidak membalas, dua kali tidak juga membalas, kalau sudah tiga kali barulah diberi peringatan, jika masih saja dipukulnya ya kita lawan.” tuturnya.
Menurut Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) ini juga bahwa inti sebenarnya dari silat adalah mengajarkan rendah hati pada sesama. Belajar menghilangkan kesombongan dalam diri. Jika punya pengetahuan silat yang luas, bukan berarti seenaknya saja berbuat dan mengajak orang berkelahi.
“Jika udah pandai silat, kita tidak boleh sombong. Kita harus tawaduk dengan orang lain. Mana boleh main-main ngajak orang kelahi.” pungkasnya.
