“Di Sambas.” jawabnya singkat dengan sedikit tawa. Dia mentertawai ketidaktahuanku.

Percakapan berlanjut. Pada diskusi ini Khatijah salah seorang anggota Club Menulis yang berasal dari Sambas lebih banyak berbicara dengan bahasa Sambas, katanya agar lebih akrab.

JawabanKhatijah disambut dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya dengan kadar malu dan canggung yang tampaknya berkurang melalui percakapan akrab antara Khatijah dengan rombongan putih abu-abu.

Hingga akhir pertemuan, canggung dan malu sudah tidak terlihat lagi. Setelah foto bersama dan pamitan,
semua rasa itu sudah berganti keakraban. (*)