Oleh : Agung Yuliansyah

Mungkin pembaca akan bingung saat pertama kali membaca judul. Bagaimana bisa keliling dunia dalam 24 jam? Meskipun saya tidak pernah sempat mengalokasikan waktu untuk jalan-jalan, karena tersibukkan dengan aktifitas sehari-hari, namun, saya dapat mengelilingi dunia dalam waktu 24 jam.

Sayadapat menjelajahi dunia, mengarungi samudra, melintasi benua hanya dalam waktu 24 jam saja. Ke mana saja yang saya inginkan, kapanpun dan di manapun. Caranya sangat sederhana.

Bukan dengan mesin waktu, maaf saja. Karena saya bukan seorang jumper, istilah bagi para penggemar sains fiksi untuk orang yang menjelajahi ruang-waktu. Saya juga bukan ahli fisika kuantum yang saat ini sedang menciptakan mesin teleportasi materi dari suatu tempat ke tempat lain. Saya juga bukan dukun yang bisa tiba-tiba ada di mana-mana dalam sekedip mata.
Gimana caranya?

Pernah dengan istilah “Buku adalah Cakrawala dunia”. Mungkin pembaca tidak asing dengan istilah ini. Dan faktanya, emang begitulah adanya. Dan inilah cara termudah untuk mengelilingi dunia. Kita bisa keliling dunia hanya dari sini, dari tempat duduk kita saat ini. Dari ruangan kita saat ini.

Saya mulai coba membudayakan membaca ketika waktu masih SMA dulu. Saya jadi banyak memahami beberapa subjek pengetahuan hanya dari membaca. Dunia terasa begitu menarik bagi saya hanya dengan membaca. Dunia terpampang lebar dari beberapa lembar kertas di depan saya.

Sederhana saja, karena membaca memang membuka jendela dunia. Dengan membaca, dapat menambah wawasan. Bahkan, menurut riset medis yang dilakukan oleh para ahli, membaca juga dapat membentuk struktur otak sehingga daya ingat otak tidak mudah berkurang (bahasa mudahnya, tidak mudah pikun).