- Catatan Syafaruddin Dg Usman
Kalimantan Barat kembali kehilangan sosok sesepuh dan perempuan pejuang pelaku sejarah 45.
Innalillahi wainna Ilaihi rajiun, Ratu Suri Pakunegara Tayan Hajah Utin Nursinah Ismail, pada usia 98 tahun, Selasa 15 Oktober sekitar 20.30 WIB menghembuskan napas terakhirnya di RS Sudarso Pontianak.
Isteri Panembahan Pakunegara Tayan Gusti Ismail ini dimakamkan di pemakaman keluarga Kerajaan Tayan, Rabu pagi, 16 Oktober.
Tidak banyak yang tahu, wanita sepuh ibu dari sebelas anak dan nenek puluhan cucu ini adalah wanita pelaku sejarah yang pertamakali sejak Indonesia merdeka mengibarkan bendera merah putih di halaman salah satu sekolah di Sanggau Kapuas, pada 16 Oktober 1945, persis 74 tahun silam, yang konon dikenang bersamaan di hari pemakamannya.
Saat lewat setengah abad itu pula, Hajah Utin Nursinah menjadi dirigen mengiringi lagu Indonesia Raya.
Memiliki latar belakang sebagai pendidik, ibunda Panembahan Paku Negara Tayan Gusti Yusri SH yang juga Ketua PWI Kalbar ini adalah sosok santun keibuan penuh wibawa.
Kharismanya sebagai seorang yang sangat dihormati di lingkungannya begitu kentara. Dengan sendirinya, Nursinah yang kini sudah almarhumah itu begitu dikagumi banyak kalangan, dan menjadi teladan bagi keluarga besar bekas kerajaan yang pernah eksis pada zamannya itu.
