Emak membuka bungkus ditunggui kami dengan tidak sabar. Setelah dipotong kecil, kemudian dihidangkan.

Kami mencicipi makanan khas itu dengan semangat. Maklum, makanan penuh kenangan.
Trims Didi, trims Iman.

Sambil menyantap potongan lempuk itu saya terpikir, alangkah baik jika para penjual kuliner mengetahui hal ini. Mungkin bisa jadi inspirasi untuk menjual sesuatu yang khas. (*)