Oleh karena itu, narasi-narasi kecil yang bermula dari berbagai sudut sudah semestinya menyadari untuk selalu menjaga dan mendorong antologi bersama dalam bingkai yang telah dimaklumi. Antologi bersama memang tidak bisa terlepas dari narasi-narasi kecil, sebaliknya narasi-narasi kecil tersebut tidak semestinya melepaskan untuk menggantikan antologi bersama yang telah disepakati.

Ontran-ontran apapun itu yang menjadi batu-sandungan harus dilalui dengan semestinya agar terjaga asa kebersamaan. Sebuah komitmen itu yang tetap membingkai utuh sebuah antologi bersama, tidak ada karya yang saling mengungguli, tidak ada yang muncul sendiri, tetapi semua menopang mengisi antologi bersama itu. Kesadaran kolektif yang mewarnai ruh antologi bersama dan merasuki kesadaran individual masing-masing.

Identitas tidak bisa dipungkiri yang kerap mewarnai dalam lini kehidupan, harus terus diupayakan bermetamorfosis menjadi identitas kebersamaan. Keniscayaan identitas tetap niscaya dalam eksistensinya tanpa mereduksi identitas kolektif demi menopang antologi bersama tersebut. Bukan pula kemudian buku besar antologi bersama menafikan sebuah identitas, melainkan memberi ruang parsial dari anasir antologi tersebut.

Pada gilirannya, idealisme yang harus dilempangkan, baik dalam jangka waktu pendek maupun panjang, adalah memelihara (maintenance) antologi bersama. Jangan sampai antologi itu terkoyak-koyak lembarannya atau tergantikan oleh antologi eksklusif sebuah identitas yang parsial. Tetap terus diupayakan, malah diperjuangkan agar antologi bersama tidak tergantikan dan tidak terbredel-bubarkan oleh sebuah situasi yang sebenarnya sesaat.