Kepentingan-kepentingan sesaat saatnya diminimalisasi agar kesadaran kolektivitas tetap dalam koridor kewarasan tingkat dewa. Dengan kata lain, kepentingan abadi harus dijadikan dasar atau cetak-biru (blue print) adalah dasar rancang-bangun antologi bersama dengan ragam identitas yang terdapat pada lembarannya. Dari lembar ke lembar keniscayaan ragam narasi ujung timur-barat dan ujung utara-selatan Kalimantan Barat terikat dalam narasi besar (grand narration) antologi bersama demi narasi lebih besar Indonesia.
Dengan demikian, tahun politik lokal dengan atmosfernya dalam suhu panas, tetap saja panas pada tempat semestinya, tidak sampai ke wilayah tertentu demi asa merawat dan meruwat antologi bersama. Hanya karena lima tahun sesaat harus menggoreskan luka sehingga terkoyak-koyak lembaran antologi bersama, justru tersisa lembaran-lembaran sendiri yang sulit dibaca sebagai satu-kesatuan antologi bersama demi antologi bersama Indonesia.
Sudut Rumah
Penulis Peneliti Sastra Balai Bahasa Kalbar
