Komunikasi massa itu tidak hanya lewat lagu, tapi juga lewat doa. Baru di event inilah Allahyarham Sultan Hamid II Alkadrie didoakan di depan massa, di tempat terbuka, agar Tuhan Yang Maha Kuasa menggerakkan mata hati Presiden RI agar menetapkan Sultan Hamid II Alkadrie sebagai Pahlawan Nasional. Doa yang dimunajadkan dari kami warga tertindas oleh rezim sejarah yang terbelah tanpa melihat dan mendengar jerit hati putra-putri Bumi khaTULIStiwa dan berbagai belahan wilayah Nusantara yang bernasib sama. Malam maulid nabi. Malam Jumat. Di tengah hujan deras yang menurut Rasulullah SAW adalah mustajabah. Kita lihat saja reaksi teologis berpadu sosiologisnya.
Seusai Konser 25th Arwana masih akan banyak acara seni sastra dan budaya. Yakni berbalas pantun Nusantara. Rekor ke Unesco-PBB sebagai warisan budaya dunia tak benda.
Masih akan ada livetime achievment award. Launching buku. Termasuk museum digital perjuangan Sultan Hamid II sebagai komunikasi massa ‘road to Pahlawan Nasional.
Sesungguhnya gelar pahlawan nasional bukanlah tujuan. Tetapi esensi kepahlawanan dan terbongkarnya kebenaran adalah kesejatian hidup yang hendak diangkat sebagai harkat dan martabat sebuah bangsa yang yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin kemanusiaan yang adil dan beradab. Yakin persatuan Indonesia.Yakin kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
