Saja pun ragu saat ini apakah idee Pantja-Sila itu hasil rumusan dari Mr. M.Yamin dalam Panitia Sembilan seperti jang berkembang di masjarakat seperti saudara tanjakan kepada saja, karena terus terang saja tidak mengikuti perkembangan di luar, masih dalam pendjara, ada baiknja untuk itu saja meminta saudara sebagai wartawan djuga menanjakan langsung kepada Mr. Mohammad Hatta sebagai saksi sedjarah dalam ke Panitiaan Sembilan 1945, sebelum sedjarah ide Pantja-Sila itu dibelokan atau “dipalsukan” orang jang tidak bertanggung djawab, dan saja berharap transkrip hasil wawantjara itu bisa dikirim kepada saja, sungguh berterima kasih kepada saudara djika saudara mau menanjakan hal ini kepada Mr Mohammad Hatta.
Pendjelasan lain atas file transkrip pembuatan gambar lambang negara jang saja buat ini sudah pernah saja djelaskan setjara djelas kepada sekretaris pribadi saja Max, dan pendjelasan ini hanja untuk melengkapi apa jang sudah didjelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 jang tidak memuat setjara djelas dan rintji pokok-pokok pikiran tentang lambang negara Radjawali Garuda Pantja-Sila dalam transkrip saja.
Demikianlah djawaban saja atas pertanjaan saudara Solichin Salam dan semoga mendjadi pendjelasan jang objektif mendjawab surat saudara, djikalau kurang djelas harap saudara berkundjung kediaman saja kembali setiap saat, terima kasih atas hal jang sudah dipertanjakan kepada saja mendjadikan sesuatu jang bermanfaat bagi bangsa jang ditjintai oleh kita.
Djakarta, 15 April 1967
Ttd Hamid
Pic: Rancangan Lambang Negara Asli Sultan Hamid II yang didisposisi oleh Presiden Sukarno, pada tahun 1950.
Pontianak, 11 Februari 2021.
By: Yayasan Sultan Hamid II.
