Di forum-forum HMI pula bersentuhan dengan para mantan ketua HMI Cabang Pontianak yang hebat-hebat, selain HM Nur sang pendiri HMI Cabang Pontianak–pria Kampong Kapor–Pontianak Timur–juga Ir Faisal Makmur Mukti yang juga adalah Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Drs Abdurrahmi serta Ketua PUSKUD Drs Awang Sofyan Rozali.


Kalau Drs Abdurrahmi datang mengajar kami di HMI dengan bersepeda mini karena sederhananya kehidupannya saat itu, maka pria yang satu ini sudah tampil necis. Dia adalah Awang Sofyan Rozali. Spirit dan semangatnya mudah diserap siapa saja yang berada di dekatnya. Nada bicara berapi-api.

Kami jumpa pertama kali di aula serbaguna HMI Cabang Pontianak yang mana kerap kami “dibantai” lewat dinamika kelompok yang menyeramkan. Betapa tidak seram? Kami dibagi dalam kelompok-kelompok tertentu. Ditugasi membaca buku dan membuat makalah. Makalah itu ditampilkan dengan urut-urutan undian. Kata Zulkarnain Nasution–MOT (Master Of Training) saya di era Ketua Umum HMI Cabang Fanshurullah Asa, “Bahwa Anda akan membawa nama baik HMI di hadapan organisasi karya pemuda dan sejenisnya, se-Kota Pontianak. Ada Kosgoro. Ada AMPI, KNPI, bahkan PMKRI. Oleh karena itu dipesankan dengan amat sangat agar menguasai teknik persidangan. Misalnya bagaimana palu diketuk satu kali, dua kali, tiga kali. Kemudian bagaimana moderator bersikap, sekaligus bagaimana tema dihantarkan kepada narasumber. Begitupula dengan notulen.