Literasi siswa distratifikasi dari Level-1 (paling rendah) hingga Level-6 (paling tinggi). Di bidang membaca, pada level-1 (minimal) siswa dapat mengidentifikasi gagasan utama dari suatu bacaan yang agak panjang, menemukan informasi yang secara eksplisit disajikan, serta dapat menunjukkan tujuan yang secara eksplisit dituliskan dalam suatu bacaan. Sekitar 77% siswa Indonesia, berada pada level-1. Sebaliknya, tidak ada satu pun siswa Indonesia berada pada Level-6. Pada level-6, siswa mampu memahami isi suatu bacaan yang panjang, dapat memahami konsep-konsep yang abstrak, serta dapat membedakan antara fakta dan pendapat yang disajikan secara tersirat dalam suatu bacaan.
Di bidang matematika, level-1 merujuk pada kemampuan menunjukkan, tanpa petujuk langsung, bentuk rumus matematika dari suatu keadaan. Sekitar 50% siswa Indonesia berada pada level ini. Hanya, sekitar 0.02% siswa indonesia berada pada Level-6. Di bidang IPA, sekitar 78% siswa berada pada Level-2. Pada level ini siswa dapat menangkap penjelasan yang diberikan secara eksplisit tentang suatu fenomena IPA. Tidak ada siswa Indonesia yang berada pada Level-6.
‘Where all students can succeed’ dijaring lewat survai karakter. Survai karater dalam PISA digunakan untuk mencari tahu kondisi kesetaraan yang berkaitan dengan tingkat sosial-ekonominya, jender dan latar belakang budaya.
Sedangkan ‘what school life means for students’ lives’ dijaring lewat Survai Lingkungan Belajar. Survai Lingkungan Belajar dalam PISA menjaring tentang: suasana sekolah, sikap dan prilaku guru, tindak a-sosial siswa, well-being siswa serta keterlibatan orang tua siswa pada kegiatan sekolah.
Inilah gambaran singkat tentang AM, SK dan SLB dari program PISA-OECD. Semoga gambaran ini tidak terlalu jauh dari AKM-SK yang akan dilakukan di dunia pendidikan di Indonesia.
