Padahal jika kita pikir ulang, pelanggaran lalu lintas tentu akan memberikan dampak negatif pada sosok yang bersangkutan. Mengapa demikian? Karena dengan sekali saja melakukan pelanggaran, maka akan banyak kerugian yang di timbulkan. Contohnya kecelakaan yang tidak jarang sampai cacat tetap, bahkan sampai merenggut jiwa.
Kemudian selain itu, dari pelanggaran lalu lintas juga dapat mengakibatkan aktivitas jalan menjadi macet, sehingga ribuan pengendara lain dirugikan kepentingannya. Baik dari segi waktu, maupun biaya.
Dan yang terakhir, yang tidak kalah merugikan adalah dikala pelanggaran lalu lintas menjadi-jadi, maka memancing pihak kepolisian melakukan razia. Hal ini untuk mendidik pengguna lalu lintas agar tertib dan memiliki kelengkapan kendaraan sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Dengan adanya razia, pengendara yang tertangkap pasti akan berurusan dengan pihak polisi. Bahkan ada yang sampai Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ditahan, dan untuk menebusnya dikenakan biaya yang tidak kecil. Sehingga itu menjadi kerugian tersendiri.
Sekarang sudah sangat jelas bukan? Bahwa kesadaran dan kepedulian kini sangat penting dalam berlalu lintas. Karena dengan dua hal itu, akan menanamkan pada diri kita sikap kedisiplinan di jalan raya. Yang pastinya akan membawa perubahan menjadi lebih baik dalam berlalu lintas, sehingga terwujud budaya tertib berlalu lintas. (Penulis adalah mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam IAIN Pontianak)
