Oleh: Imam B Prasodjo
Selama masa Pilkada DKI, ada sebagian dari kita (termasuk saya) mencoba menahan diri tak banyak bicara di media karena apa pun yang kita katakan, terasa lebih banyak membawa “mudharat” daripada “manfaat” bagi persaudaraan kita sesama warga bangsa. Namun melihat kondisi akhir-akhir ini yang semakin mengkhawatirkan, kini mungkin saat yang tepat, kita harus bicara bersama-sama, mencegah potensi konflik horizontal yang kelihatannya dapat setiap saat terjadi. Pengalaman kita pasca reformasi, khususnya 1999 hingga 2003, sungguh harus menjadi pelajaran kita bersama. Saya masih terbayang dan ikut merasakan kepedihan orang-orang tak berdosa, para korban konflik di Ambon, Maluku Utara, Sulawesi Tengah dan Kalimantan, yang saat itu harus hidup di tenda tenda pengungsian. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, kaum perempuan dan para warga lanjut usia. Kehidupan mereka yang sebelumnya tenang, penuh kedamaian, tiba-tiba mencekam penuh was was, sehingga terpaksa mereka harus pergi menyelamatkan diri, menjadi mengungsi di manapun arah kaki berlari.
