Jadi, supaya lebih aman dan supaya terbebas dari rasa bersalah, maka makan sayuran saja atau santap saja jenis makanan vegan yang pura-pura mirip daging atau keju itu!

Susu pun masih saya konsumsi untuk dicampurkan dengan kopi hangat. Sudah tak bisa minum susu saja berhubung perut suka protes. Jenis susu yang paling aman adalah jenis susu Non-Lactose. Tak menyebabkan mual.

Orang-orang vegan tak mengonsumsi sama sekali jenis makanan yang mengandung daging, telur, maupun susu (dairy product), seperti keju, mentega, roti, dll. Dan sekarang ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian manusia, tua dan muda.

Namun saya belum mampu menjadi orang vegan atau pun orang vegetarian karena saya masih suka makan telur dan saat minum kopi harus memakai susu. Tetapi saya pun adalah fan berat sayuran, lalab mentah, daun-daun hijau, dan berbagai buah-buahan.

Beberapa mahasiswa Jerman saya sudah menjadi orang-orang vegan atau vegetarian yang strik sejak mereka remaja. Karena mereka terlalu menyayangi binatang. Atau karena mereka tidak setuju dengan perlakuan industri modern terhadap para binatang.

Kalau para mahasiswa itu diundang makan oleh orang Indonesia atau bahkan oleh KJRI Hamburg, maka mereka pun kebingungan karena kebanyakan lauk pauknya berdaging. Bahkan jenis masakan sayur pun suka dicampur potongan-potongan kecil daging. Sehingga mereka hanya bisa mengambil nasi dengan kerupuk saja jadinya. Atau kalau beruntung, bisa makan gado-gado (tanpa telur). Jenis sajian ikan pun tak bisa mereka santap. Sayangnya, soto pun ada suiran-suiran daging ayamnya.

Saya tetap menghormati orang-orang yang makan daging, tak makan daging, maupun yang sama sekali vegan.