Tetapi dari sudut pandang jurusan seharusnya orang yang belajar di sana mendapatkan hasil seperti yang diimpikan dalam visi. Itulah yang ditawarkan dan dijanjikan kepada calon mahasiswa dahulu. Jurusan dianggap sukses jika lulusannya menjadi seperti yang dijanjikan.
Minat baca yang rendah dan tujuan hidup yang tidak jelas membuat dosen sering “miring-miring”. Saya mendengar rekan dosen menceramahi mereka karena tidak mengerjakan tugas membaca buku ilmu hadits dan tugas Bahasa Inggris. Seperti juga saya yang sering menegur mahasiswa –di kelas lain semester lalu, yang tidak mengerjakan tugas. Saya malah mengusir mereka yang njiplak habis karya di internet untuk tugas kuliah, dari pertemuan. Sering gemas melihat mahasiswa banyak nongkrong, dan lebih tertarik melakukan kegiatan bernuansa hura-hura.
Lembaga memiliki pekerjaan berat membawa mereka ke jalur yang benar. Lembaga harus bisa membantu atau mendorong mereka membuang mental malas, tidak jujur, enggan kerja keras, mudah mengeluh, yang saat ini mereka miliki.
Harus dirumuskan cara untuk menangani persoalan ini. Dosen secara parsial, satu per satu, tidak akan mampu menuntaskan soal ini. Apalagi jika dosen mulai berpikir: Abaikan saja, toh mereka sudah diperingati.
Lebih dari itu, orang tua mereka juga sepatutnya membantu. Mereka mendorong tumbuh kembang budaya baca dan kegiatan belajar anaknya.
Mereka tidak bisa melepaskan anaknya begitu saja. Orang tua harus melakukan kontrol –terutama prilaku anak-anaknya di luar kampus, di luar jangkauan dosen dan lembaga. (*)
