Home > Opini > Teman yang Paling Berharga

Teman yang Paling Berharga

Oleh: Siti Mauljannah

Pernahkah di dalam hidup ini kita mempunyai teman yang paling berharga ? ya, tentunya semua pasti mempunyai teman yang paling berharga dalam hidupnya, Sebenarnya apa arti dari teman berharga itu sendiri? Seseorang pernah berkata, “Teman berharga itu ibarat tembok, kau bisa bersandar dengan tembok itu dan kau jua bisa menuliskan seluruh isi hatimu di sana”.

Menurut penulis teman yang paling berharga adalah teman yang selalu ada di kala kita senang maupun susah, kehadirannya akan sangat dibutuhkan dan sangat berarti bagi kita sendiri karena konteks “berharga” itu sendiri.

Dan bagaimana dengan teman yang lainnya apakah mereka juga berarti? Ya tentu berarti tetapi di sini adalah menguraikan tentang teman yang memang paling mengerti dengan keadaan kita, yang keberadaannya memang sangat dibutuhkan walau bagaimana pun kondisinya.

Mereka membuat kita menjadi sosok yang sangat tegar dan selalu semangat setelah orang tua, karena berharga juga bukan hanya bicara soal mengerti susah atau tidaknya kita, tapi teman berharga adalah teman yang mengajak kita kepada kebaikan, mengajarkan kita apa arti pertemanan yang sesungguhnya, selalu melakukan hal-hal positif bersama-sama, diumpamakan seperti saudara kandung sendiri.

Tapi bagaimana dengan teman yang terkadang hanya selalu ada pada saat kita senang dan tidak ada ada pada saat kita susah? Itu semua tergantung persepsi kita sendiri bagaimana kita memandang orang yang seperti itu, kita hanya bisa menasehatinya dan jika dia enggan kita nasehati maka diamkan saja daripada membuat masalah yang lebih panjang. Penulis mempunyai cerita tersendiri dan memperumpamakan nya seperti berikut.

Pada suatu hari penulis mempunyai 5 teman yangpaling berharga di dalam hidupnya, dan bisa dibilang pada waktu itu sangat berharga mempunyai mereka. Dan pada suatu waktu mereka terpisah jarak karena mereka kuliah di kampus yang berbeda, kemudian walaupun begitu ke 5 teman penulis sendiri tetap saling menjaga komunikasi antara mereka agar tidak pecah, walau itu lewat via chating, maupun telepon.

Lalu tiba-tiba timbullah masalah, karena 1 dari 5 teman penulis ini berubah sikapnya dan seolah-olah mencuekkan penulis tanpa sebab. Setelah dicari tahu permasalahannya apa ternyata 1 dari 5 teman tadi tidak ingin berteman dengan mereka lagi karena dia menganggap mereka itu terlalu ketinggalan zaman, dan dia meninggalkan teman-temannya termasuk penulis, dan lebih memilih berteman dengan anak-anak gaul yang berada di kampusnya.

Kemudian mereka pun menyadari bahwa orang seperti itu tak layak untuk dijadikan teman, karena hanya mementingkan gaya dan tidak mengerti arti sebuah pertemanan. Mereka pun setelah itu saling menguatkan satu sama lain agar kejadian seperti itu tak terulang lagi, dan berjanji tidak akan berubah untuk selamanya, mereka berusaha menjadi yang terbaik dan berusaha menjadi yang paling berharga.

Dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa teman yang berharga itu adalah teman yang tidak memandang rendah orang lain ataupun memandang soal ukuran, gaya, fisik, serta material, tetapi arti teman yang berharga itu sendiri adalah teman yang saling menguatkan antar satu dengan yang lain, saling mengingatkan pada kebaikan, selalu menegur jika salah satu dari temannya berbuat salah, dan yang terpenting teman yang paling berharga adalah teman yang selalu ada dalam suka maupun duka, bukan teman yang membuat luka. Pesan penulis, pandai-pandailah dalam memilih teman, karena teman kita akan membuat pengaruh besar dalam hidup kita, juga carilah teman yang baik dan terpercaya agar mereka tak mudah dilepaskan. (Penulis Mahasiswa BKI IAIN Pontianak)

Berbagi itu indah:

Tulis Komentar

comments

About teraju

Check Also

Yudi Latif Badan Pengarah Ideologi Pancasila

Yudi Latif, sang “Pancasila Berjalan” sodorkan PERMA

Pukul 8 pagi lewat sedikit, 10/12, saya tiba di Rumah Melayu. Melompong. Lengang tepatnya. Tentu …

teraju.id