in

Dara Dayak yang Kuliah di Luar Negeri

Kisah di Balik Penulisan Buku dari Rumah Literasi FUAD

IMG 20200623 WA0016

Oleh: Walidya Hisani

Saya Walidya Hisani, mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Pontianak, Program studi Psikologi Islam semester 2.

Saya berterima kasih dengan adanya program kegiatan Rumah Literasi. Dengan adanya Rumah Literasi ini saya dan teman-teman saya dapat menghasilkan suatu karya berupa buku. Untuk kegiatan Rumah Literasi kali ini pun mengangkat tema Biografi.

Banyak hal yang saya dapat selama adanya kegiatan Rumah Literasi ini. Dimulai dari menulis banyaknya kata-kata, mengembangkan kata dan penulisan, perapihan dan pengaturan kata, dan banyak hal lainnya.

Selain itu saya juga mendapatkan pelajaran baru mengenai editor dan layout. Ini adalah bagian yang sangat berguna bagi saya. Walaupun sebelumnya saya mendapatkan sedikit kesulitan dalam pengaturan layout itu, namun saya berusaha untuk bisa menyelesaikannya.

Kak Saripani, selaku mentor atau pembimbing di kelas Rumah Literasi kami pun banyak membantu. Seperti untuk pengaturan editor dan layout ini. Kak Saripani membuat video tutorial atau langkah-langkah pengaturan tersebut. Mulai dari langkah-langkah atau tutorial pengaturan ukuran halaman, membuat judul dan subjudul, membuat nomor halaman, daftar isi, dan sebagainya. Saya pun mempelajari langkah-langkah tersebut.

Saya sendiri menulis biografi mengenai guru les saya. “Dara Dayak yang Kuliah di Luar Negeri” adalah judul buku saya. Dara Dayak yang Kuliah di Luar Negeri ini, cerita mengenai perjalanan dan pengalaman seorang wanita berdarah Dayak yang berkuliah di salah satu Universitas di Amerika. Namanya Brigitta Kalista.

Baca Juga:  Wisata Religi-Wisata Sejarah "Bersame Bang Edi"

Bukan hanya tentang cerita perjalanan dan pengalaman berkuliahnya saja, tapi juga mengenai biografi dan pengalaman prestasi-prestasi yang pernah diraihnya. Seorang wanita yang banyak memiliki pengalaman-pengalaman di berbagai bidang.

Alasan saya menulis tokoh tersebut, karena beliau adalah sosok yang saya kagumi. Menulis itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Selain itu dari tokoh tersebut saya juga bisa dapat berbagai cerita pengalaman, terutama pengalamannya saat berkuliah di Amerika.

Kesulitan yang saya hadapi adalah untuk mendapatkan materi dan mengembangkan tulisan-tulisan saya. Karena saya sendiri dengan tokoh ini, baru sekitar satu bulan bertemu dan berkenalan. Jadi untuk mendapatkan cerita saya pun sedikit kesulitan karena saya merasa sedikit canggung.

Untuk berkomunikasi dengan tokoh, saya menggunakan whatsapp. Saya pun meminta izin untuk menceritakan biografinya dan banyak bertanya tentangnya untuk jalan cerita yang akan saya tuliskan di dalam isi buku. Guru les saya pun memberikan info tentang kehidupan dan pengalamannya. Selain itu guru les saya itu pun menggunakan voice record untuk merekam suara berisi cerita pengalamannya saat berkuliah di sana. Karena dengan voice record ini bisa banyak cerita dan info yang diberikan dan didapatkan.

Baca Juga:  DMI: Masjid Saling Bersinergi

Sampai akhirnya tulisan saya pun bisa mencapai target, untuk 14.000 kata. Dan yang tidak saya sangka pun malah melebihi target. Saya menulis hampir 20.000 kata.

Selain itu tulisan buku saya pun juga diberi tanggapan-tanggapan oleh Kak Saripani selaku mentor atau pembimbing Rumah Literasi kami. Ini sangat berguna untuk memperbaiki tulisan-tulisan saya.

Setelah itu sampailah pada proses pembuatan cover buku dan pencetakan buku. Saya dan teman-teman saya pun datang ke kampus untuk bertemu Kak Saripani. Kami berdiskusi dan juga melihat proses pencetakan buku yang sudah rampung dan selesai. Proses pengeprint-an isi buku, pemotongan, penggabungan isi buku dan sebagainya.

Semua ini adalah suatu pengalaman baru saya rasakan. Terima kasih Ibu Brigitta, terima kasih Kak Ipa, terima kasih semua. (*)

Written by teraju.id

LRM EXPORT 121370922331094 20200322 221533192

Kesan Di Balik Penulisan Buku Petani Tanjung Bunga, Sanggau

IMG 20200624 WA0000

Melawan Virus Radikalisme, Perlu Penguatan bagi Perempuan