Hasil penelitian Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013 didapatkan persentase penderita diabetes di Kalimantan Barat adalah 0,8% (rerata nasional 1,5%), pada RISKESDAS 2018 persentase tersebut meningkat hingga 1,1% semakin mendekati rerata nasional yaitu 1,5% pada tahun 2018. Persentase hipertensi di Kalimantan Barat juga mengalami peningkatan menurut RISKESDAS. Pada tahun 2013, persentase hipertensi di Kalimantan Barat berada pada nilai 8,0% dan meningkat hingga 8,6% pada tahun 2018.

Perlu saya tekankan, bahwa pada permasalahan ini kita tidak bisa serta merta menyalahkan pemerintah. Sebagai mahasiswa yang berada di lingkup kesehatan, saya faham bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di provinsi kita. Pada tahun 2019 ini ditargetkan seluruh puskesmas di Kalimantan Barat yang berjumlah 244 sudah melalui tahap akreditasi. Pada tahun ini pula tercatat 41 dari 48 Rumah Sakit di Kalimantan Barat sudah terakreditasi dan sembilan diantaranya meraih predikat bintang lima atau paripurna. Berbagai fasilitas kesehatan sekaligus pendidikan tenaga kesehatan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya. Upaya tersebut sangat perlu diapresiasi.

(Penulis adalah Mahasiswa Kedokteran Untan)