Berwudhu ini adalah bagian dari pola hidup bersih yang bisa mencegah dan menangkal berbagai virus penyakit, termasuk virus corona, yang penting wudhunya dilaksanakan dengan baik dan benar disertai keyakinan yang kuat. Bahkan air yang dipakai berwudhu adalah air yang suci dan mensucikan (طاهر مطهر)
Seorang Prof. Leopold Werner dari Austria dalam riset penelitiannya berkesimpulan bahwa pusat-pusat saraf yang paling sensitif dari tubuh manusia berada pada dahi, tangan, dan kaki. Pusat saraf inilah yang sangat sensitif terhadap air segar, ketika pusat saraf ini selalu dibasuh dengan air wudhu, maka itu berarti kita menjaga pola hidup memelihara kesehatan dan keselarasan pusat saraf manusia.
Dalam berwudhu, ada empat anggota tubuh yang wajib dibasuh, yaitu wajah, kedua tangan sampai siku, bagian kepala, dan kaki. Mengapa Allah mewajibkan khusus pada empat anggota tubuh ini?
Imam an-Nawawi al-Bantani (1314 H/1897 M) menjawab dan menjelaskannya dalam kitabnya Kaasyifah as-Sajaa ‘ala Safinah an-Naja fi Ushul ad-Din wa al-Fiqh bahwa لأنها محل اكتساب الخطايا (karena empat anggota tubuh itulah tempatnya melakukan berbagai kesalahan dosa).
Para ahli medis menyebutkan, ketika berwudhu ada 493 titik akupuntur yang dibasuh oleh air wudhu. 84 titik di bagian wajah, 95 titik di bagian tangan, 64 titik di bagian kepala, 125 titik di bagian telinga, dan 125 titik di bagian kaki.
Berdasarkan riset para ahli akupuntur, titik-titik ini setelah dirangsang dengan air wudhu, akan menstimulir bioenergi yang membangun keseimbangan dalam tubuh sehingga menghasilkan efek terapi yang multiindikasi. Oleh karena itulah, istiqamah dalam wudhu, akan menjadi pencegah dan penangkal dari berbagai macam virus penyakit.
