in

Saat Virus Covid-19 Memelukku

IMG 20210124 WA0011

Oleh: Rudi S Kamri

Sampai pertengahan Desember 2020, kesibukan kerja kami di Kanal Anak Bangsa TV dan kegiatan saya pribadi begitu menumpuk. Tidak ada hari yang tidak rekaman atau meeting virtual maupun meeting tatap muka langsung meskipun dalam jumlah person yang terbatas. Dari pagi berangkat dan jam 9 atau jam 10 malam baru masuk rumah, dan itu hampir terjadi setiap hari. Karena usia tidak lagi muda, mulai tanggal 20-an Desember 2020, kondisi fisik saya mulai ngedrop. Dan ternyata hal ini juga dialami oleh teman satu Tim di KAB-TV.

Nah, tanggal 24 Desember 2020, pada saat saya menerima kabar bahwa sahabat dekat saya di KAB-TV positif Covid-19, secara psikologis saya drop dan merasa yakin saya mengalami hal yang sama. Karena semua gejala awal terinfeksi Covid-19 saya rasakan semua, seperti demam, pusing kepala, nafsu makan hilang, lemas dll. Apalagi kami bertiga beberapa hari terakhir intens berinteraksi baik di kantor maupun di mobil, meskipun masker tidak pernah lepas. Dan saya semakin yakin bahwa saya pun terinfeksi Covid-19 pada saat beberapa hari kemudian saya kehilangan indera penciuman. Parfum baru yang saya beli, sama sekali saya tidak mampu mencium wanginya. Apalagi indera rasa juga hanya bisa merasakan pedas, asin dan manis. Nah, kekhawatiran saya terkonfirmasi saat hasil Test PCR Swab saya ternyata positif. Alhamdulillah rejeki dari Allah SWT.

Beruntung saat saya merasakan tidak enak badan, saya sudah mengungsikan putri semata wayang saya ke apartemen yang lain, sehingga dia terhindar dari paparan virus Covid-19. Ada satu hal yang penting perlu saya ceritakan, pada waktu perkiraan virus Covid-19 sudah menghampiri salah seorang diantara kami di KAB-TV, Tim Kerja kami ada lima orang. Tapi akhirnya yang terpapar hanya tiga orang yaitu kami yang usia di atas 50 tahun dan kondisi fisik sedang drop. Sedangkan Staf kami yang lebih muda dan kondisi fisik fit dan sehat, sama sekali terhindar dari paparan virus Covid-19. Artinya, kalau kondisi fisik kita prima, insyaallah kita bisa terhindar dari paparan infeksi Covid-19.

Kembali kondisi saya sudah positif Covid-19. Pilihan yang sulit adalah, apakah saya tetap melakukan perawatan di Rumah Sakit atau saya isolasi mandiri di rumah sendiri. Dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya saya memutuskan melakukan isolasi mandiri di rumah. Memang agak menyulitkan karena saya hidup sendiri dan tinggal di apartemen. Tapi semua kendala bisa teratasi, tanpa saya berinteraksi dengan orang lain. Masa tanggal 25 Desember 2020 sampai dengan 5 Januari 2021 adalah masa kritis saat saya harus berjuang keras melawan ganasnya virus Covid-19 yang dalam kondisi Puncak merajalela di tubuh saya.

Baca Juga:  Munajad Kalimantan Barat untuk Pemerintah Pusat

Alhamdulillah saya lolos dari masa kritis itu. Meskipun hasil PCR Swab Test yang kedua masih positif, tapi CT Value saya sudah meningkat tajam di atas 30. CT Value adalah indikator seberapa banyak virus ada di dalam tubuh kita. Apabila CT Value rendah, artinya di tubuh kita masih banyak virus, dan sebaliknya kalau CT Value meningkat naik, keberadaan virus Covid-19 di tubuh kita berkurang. Orang sehat angka CT Value di atas 34 sampai 40. Itu pengertian sederhana dan awam yang saya terima dari penjelasan dokter.

Selama masa kritis sampai menjelang saya mulai sehat, praktis saya hanya mengkonsumsi obat-obat herbal seperti Rhea, Lianhua Qingwen Jiaonang, obat cair herbal dari dr. Suradi, madu Blend iHoney Herbs, madu Clover Honey, Black Garlic, vitamin C-1000, vitamin D3-5000IU dan Bee Propolis serta jamu rebusan. Obat chemical dari dokter mohon maaf malah tidak saya sentuh sama sekali, kecuali obat penurun panas di awal-awal saya demam tinggi dan rutin berkumur betadine biru 3x sehari.

Dan sesuai dengan saran Dokter yang update informasi terkini tentang Covid-19, bahwa virus ini semakin bertumbuh di tubuh kita karena ada glukosa di badan kita, untuk itu saya melakukan dua kegiatan utama yaitu FASTING and RESTING (puasa dan istirahat total). Selama tiga minggu saya tidak makan nasi, atau gula atau asupan apapun yang bisa dikonversi menjadi glukosa dalam tubuh kita. Saya puasa dari jam 8 malam sampai 12 siang. Apapun saran ahli medis yang menurut saya masuk akal saya ikuti. Dan alhamdulillah 14 hari terakhir saya terbebas dari demam tanpa obat penurun panas. Dan hal ini merupakan tanda-tanda bahwa sedang terjadi pemulihan kesehatan secara internal dalam tubuh saya. Dan setelah tiga minggu lebih, akhirnya PCR Swab Test saya negatif. Alhamdulillah Puji Tuhan.

Baca Juga:  Speechless

Ada hal yang ingin saya share kepada teman-teman bahwa selain disiplin minum obat entah herbal atau obat yang lain, kita harus optimis bahwa kita pasti sembuh. Harus dicari motivasi agar kita terpacu untuk segera sembuh. Dan motivasi saya adalah saya ingin mendampingi putri saya selama mungkin insyaallah sampai dia berkeluarga dan punya anak. Itu motivasi saya. Dan satu lagi adalah dukungan psikologis dan doa dari para sahabat saya yang luar biasa.

Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada para sahabat yang dari awal saya sakit telah memberikan semangat dan mengirim berbagai obat dan asupan lainnya: Mbak Reni Lubis Poeradiredja , mbak Anna Lubis, dik Fera Liliana , mbak Etty Widjanarko , mbak Dewi Sophiaan, mbak Setiowati Hoetomo mbak Rethy Laksamana Sukardi, Mbak Marayuna Nasution, Mbak Tita Budiharjo, mbak Fenina Prawiro, Mbak Cilla Estevina Prescilla , mbak Connie Rahakundini, dik Indah Manfaati, Pak Peter Sindoro , Ibu dr. Linda Rachmat, Mas Hanifa, Mas Badar Dwi , Mas Andreas Vincent Wenas dan ribuan sahabat lain yang tidak bisa saya sebut satu persatu.

Dan terimakasih juga kepada bidadari Bapak Mentari, saudara-saudara kandung saya Mas Purnomo Dwi Ariyanto dan Mbak Anie, Mbak Agustin dan Mas Janu, dr. Ibnu dan Mbak Tina, Momok dan dik Dewi dan Yanis Waruju Ariyanti dan dik Haris. Dan last but not least keponakan saya dr. Panji yang setia mendampingi secara virtual dah memberi panduan medis kepada Omnya.

Tentu saja yang pertama dan yang utama terimakasih kepada Gusti Allah yang telah banyak memberikan kemudahan dan perlindungan serta memberi kesempatan kepada saya untuk melanjutkan kehidupan di dunia. Matursuwun Gusti Allah 🙏🙏🙏

Kini saya sudah beraktivitas kembali, dan berkat Covid-19 saya semakin hati-hati melangkah dan banyak hikmah yang saya petik selama hampir sebulan saya bercengkerama dengan virus Covid-19. Saya berharap siapapun yang membaca tulisan ini selalu sehat dan terhindar dari paparan infeksi virus Covid-19, Aamiin. Kuncinya selalu menjaga stamina dan menerapkan protokol kesehatan 5-M 🙏

Salam Indonesia Sehat,
21012021

Written by teraju.id

rph5

Bertandang ke RPH Sapi

rakernas amsi

AMSI Rumuskan Strategi Dorong Ekosistem Digital yang Adil bagi Media Online